Senin, 6 Juli 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
382

Outsourcing Tak Berbadan Hukum, Perusahaan Jasa Perhotelan Digugat

Jakarta, BuruhOnline.com – PT. Megah Gemilang Makmur dianggap bertanggungjawab atas pemutusan hubungan kerja yang dialami oleh Sumarno Adianto dan kawan-kawan (6 orang), diantaranya dengan berkewajiban membayar uang pesangon dan kekurangan upah sejak tahun 2012 sampai dengan tahun 2018. Demikian dikatakan Hendricus Eventius selaku kuasa hukum Sumarno, usai menghadiri persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang beragendakan pemeriksaan identitas para pihak, Kamis (13/2/2020).

Akan tetapi, Perusahaan menganggap tidak memiliki hubungan kerja dengan Sumarno dan kawan-kawan. Sebab keenam Pekerja tersebut, ditempatkan bekerja sebagai tenaga pengamanan di PT. Megah Gemilang Makmur oleh koordinator outsourcing. Hal tersebut dibantah oleh Eventius, karena koordinator yang dimaksud Perusahaan, bukanlah berbadan hukum seperti yang dipersyaratkan oleh ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan.

“Penggugat (pernah) menanyakan, apa syarat-syarat outsourcing? Ternyata koordinator ini adalah Pekerja juga,” tutur Eventius. Ditambahkannya, Sumarno dan kawan-kawan diputuskan hubungan kerjanya sejak Desember 2018 dengan alasan adanya kehilangan barang invetaris Perusahaan yang bergerak dibidang jasa perhotelan itu.

Akan tetapi tuduhan tersebut tidak pernah terbukti, dan Dinas Tenaga Kerja telah menganjurkan agar Perusahaan membayar uang kompensasi pemutusan hubungan kerja. “Anjuran dari Disnaker itu sesuai tuntutan Penggugat yang dikabulkan empat ratus (juta) sekian,” tandas Eventius. Sidang yang dipimpin oleh Hakim M. Djoenanidie itu, akan dilanjutkan pada pekan depan untuk memberikan kesempatan kepada Perusahaan membacakan jawaban gugatan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of