Jumat, 5 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
363

Pekerja Diberhentikan Sehabis Cuti, Perusahaan Outsourcing Digugat

Jakarta, BuruhOnline.com – Walau akhirnya tidak terbukti telah melakukan pelanggaran, tetapi Eny Winarti menganggap tindakan PT. Cakra Satya Internusa yang memutuskan hubungan kerjanya secara sepihak, tidak dapat menerima kembali tawaran bekerja. Sebab, ia yang bekerja sejak Nopember 2010 itu, sudah berusaha untuk mengingatkan Perusahaan, untuk terlebih dahulu melakukan investigasi, atas adanya dugaan penerimaan uang secara ilegal saat perekrutan karyawan.

Eny yang ditempatkan bekerja sebagai staff perekrutan dan baru kembali bekerja setelah melaksanakan waktu istirahat (cuti) tahunan pada tanggal 27 Desember 2018, tiba-tiba diajak rapat serta diberitahukan adanya dugaan suap pada bagian tempat ia bekerja. Atas dugaan tersebut, Eny yang belum sempat membela diri, akhirnya diputuskan untuk diberhentikan, jelasnya usai menghadiri persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Adanya PHK sepihak ini, awalnya sih dari fitnah. Fitnahnya itu, saya-kan ada hak cuti yang saya pakai dari tanggal 22 sampai 26. Selama saya cuti itu, pekerjaan saya diambil alih sama karyawan yang lain. Nah saat cuti, saya kan gak tau apa-apa masalahnya. Kembali bekerja biasa tanggal 27, diajak meeting semuanya. Jadi yang menggantikan saya itu, ada permainan uang,” tutur Eny, Rabu (26/2/2020).

Seiring berjalannya waktu, pihak yang berwajib telah menahan tersangka suap yang terjadi di PT. Cakra Satya Internusa. Karena tidak terbukti, Perusahaan penempatan jasa tenaga kerja (outsourcing) itu, kemudian menawarkan Eny untuk bekerja dan berjanji akan merehabilitasi nama baiknya. “Berhubung saya suasananya sudah nggak enak-sih, udah nggak nyaman juga, saya juga percuma juga kembali. Soalnya fitnahnya itu lebih kena ke saya ya,” ujar Eny.

Sebelum mengajukan gugatan, ia sempat dimediasikan oleh Dinas Tenaga Kerja. Dalam anjurannya, Disnaker menyarankan agar PT. Cakra Satya Internusa membayar hak-hak Eny berupa uang pesangon. Karena tidak dijalankan oleh Perusahaan, kini Eny mengajukan tuntutan uang pesangon dua kali ketentuan undang-undang, upah, dan kerugian imateriil yang seluruhnya berjumlah lebih dari Rp400 juta.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of