Sabtu, 4 April 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
400

Perusahaan Bisa Seenaknya Pindah Lokasi, Bagi Buruh PHK Menanti

Jakarta, BuruhOnline.com – Belasan tahun bekerja, tak menjadi jaminan bagi buruh akan tetap mendapatkan kepastian bekerja. Terlebih, ketika Perusahaannya berniat pindah ke daerah yang dianggap lebih baik. Jika tidak ikut pindah, maka pemutusan hubungan kerja menanti. Dan apabila ikut pindah, tempat tinggal, keluarga, sekolah anak juga ikut pindah. Entah berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh buruh.

Cerita ini, sedang dirasakan oleh Suhendra dan kawan-kawan, buruh di salah satu Perusahaan di Jakarta. Sebagai Ketua Serikat Pekerja, Suhendra tak hanya memikirkan dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan nasib anggotanya yang juga Pekerja di Perusahaan itu. Dikatakannya, Perusahaan berniat pindah lokasi ke Serang, Banten pada pertengahan bulan depan, dan juga berganti nama.

“Kami (sedang) diskusi tentang relokasi. Perusahaan-kan bilangnya relokasi, cuman-kan disini karena beda manajemen, bedanya disana namanya beda, disini beda,” tutur Suhendra, Minggu (23/2/2020) usai melakukan konsolidasi dengan anggotanya di Kawasan Ekowisata Mangrove, Jakarta. Menurutnya, sebagian Pekerja yang tidak menjadi anggota serikat pekerja, sudah membuat kesepakatan dan menerima pembayaran kompensasi.

Sedangkan pihaknya, masih ingin melakukan perundingan dengan Perusahaan. Andaikata terjadi pengakhiran hubungan kerja, maka kompensasi yang diberikan oleh Perusahaan haruslah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sebab, pemutusan hubungan kerja yang terjadi bukanlah atas kemauan Pekerja, tetapi timbul dari adanya keinginan Perusahaan yang melakukan relokasi.

“Di tanggal 3 (Maret) kita akan melakukan perundingan. Kita sudah serahkan semuanya ke kuasa hukum serikat buruh pusat,” ujar Suhendra. Ditambahkan Usman selaku salah seorang pengurus serikat pekerja, Perusahaan sudah mulai melakukan pemindahan mesin-mesin dari lokasi Jakarta ke Serang. “Kita malah nggak dikasih info sama sekali sebenarnya. Tiba-tiba dia angkat aja itu mesinnya, tanpa ada pertemuan serikat buruh perwakilan. Tidak ada,” tambah Usman.

Tak hanya Suhendra dan Usman yang Perusahaannya relokasi dari Jakarta ke daerah lain. Tapi mungkin sudah ratusan bahkan ribuan buruh mengalaminya. Tentu uang kompensasi pesangon bukanlah jaminan untuk dapat bertahan hidup. Hanya kepastian bekerja yang diharapkan oleh para Pekerja, kepastian yang masih hanya sekedar dinyatakan tetapi belum menjadi kenyataan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of