Jumat, 5 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
366

Saksi Tak Tahu Menahu Ada Surat Peringatan, Satpam Komplek Optimis Menang

Jakarta, BuruhOnline.com – Saksi yang dihadirkan oleh Pengelola Komplek Perumahan, yang juga sebagai Pengurus Rukun Warga (RW), dinilai Rahmat menguntungkan pihaknya dan justru mendukung dalil-dalil gugatannya. Sebagai Sekretaris Pengelola Komplek, Rahmat menilai dia tidak mengetahui adanya surat peringatan yang dijadikan dasar pemberhentian.

“Perusahaan menghadirkan saksi seorang Sekretaris. Tapi dalam memberikan kesaksian, tidak mengetahui secara pribadi. Tapi berdasarkan informasi dari orang lain,” ujar Rahmat, Senin (3/2/2020) sesaat usai menghadiri persidangan yang beragendakan penyerahan kesimpulan tersebut. “SP satu tidak mengetahui, SP dua tidak mengetahui, SP tiga tidak mengetahui,” tambahnya.

Rahmat yang tanpa didampingi kuasa hukum mengatakan, jika memang ada surat peringatan maka saksi sebagai sekretaris, mengetahuinya. “Dalam arti, sekretaris itu seharusnya mengetahui kearsipan yang menyimpan semua berkas surat-surat,” tandas Rahmat. Ia pada persidangan pekan lalu, juga telah menyerahkan 20 bukti surat. Diantaranya ajakan musyawarah yang telah dilakukan di lembaga bantuan hukum maupun instansi pemerintahan yang terkait.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Rahmat mengaku dipekerjakan sebagai tenaga pengamanan, lalu ia diberikan surat pemberhentian tanpa adanya pembayaran uang kompensasi pesangon. Atas hal tersebut, Rahmat melalui PHI Jakarta Pusat, meminta agar dirinya dinyatakan berhak untuk menerima uang pesangon dengan masa kerja selama lebih dari 12 tahun.

Ia juga telah berupaya untuk meminta bantuan lurah, camat, walikota bahkan hingga Gubernur Anies Baswedan, untuk memfasilitasi pertemuannya dengan pengelola komplek perumahan yang juga pengurus RW yang memberhentikannya, namun tidak berhasil. Sebelum ke PHI, Rahmat terlebih dahulu mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Karena obyek gugatannya merupakan perselisihan hubungan industrial, maka Pengadilan Negeri Jakarta Timur hingga Mahkamah Agung, menolak gugatan Rahmat.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of