Sabtu, 4 Juli 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
490

Sepakati Pensiun, Tapi Perusahaan Belum Bayar Hak Pekerja

Jakarta, BuruhOnline.com – Meski antara PT. Pelangi Niaga Mitra International dengan Bambang Winarto telah sepakat mengakhiri hubungan kerja terhitung Februari 2018, dengan kualifikasi pensiun. Namun hingga gugatan diajukan, Bambang belum mendapatkan hak-haknya berupa uang kompensasi pesangon, penghargaan masa kerja dan penggantian hak, yang telah diatur oleh ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Atas fakta tersebut, Bambang telah berupaya untuk mengajukan permohonan penyelesaian secara kekeluargaan hingga mediasi di Dinas Tenaga Kerja. Namun kedua upaya itu, belum juga bisa memaksa Perusahaan membayarkan hak-hak Pekerja yang telah bekerja sejak 2006. “Masuk usia pensiun itu Februari 2018, dan sudah ada ketetapannya dari Perusahaan. Termasuk perhitungan daripada hak-hak pensiun,” ujar Mohamad Khoironi, Senin (10/2/2020).

Hal tersebut ia katakan, seusai menghadiri persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang beragendakan penyerahan jawaban atas surat gugatan yang didaftarkan Bambang sejak 15 Januari lalu itu. “Jawabannya masih normatif. Karena pada prinsipnya mereka juga mengakui bahwa apa yang disepakati di Februari 2018, itu yang memang seperti itu adanya,” tegas Khoironi.

Ia juga menegaskan, bahwa Disnaker telah menerbitkan anjuran yang menyarankan agar Perusahaan membayarkan uang pesangon sebesar dua kali ketentuan uang pesangon, satu kali uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak. Sehingga dalam tuntutannya, Bambang meminta agar PT. Pelangi Niaga Mitra International membayar hak-hak pensiun sesuai dengan perhitungan yang diatur oleh undang-undang.

“Petitumnya ya kita lewat PHI ini supaya Perusahaan ini segera merealisasikan hak-haknya. Ini aslinya hanya untuk memperkuat bahwa konsekuensi (dari) pensiun itu agar direalisasikan oleh Perusahaan,” terang Khoironi.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of