Jumat, 29 Mei 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
410

Tak Pernah Persoalkan Mogok Kerja di Mediasi, Gugatan Perusahaan Dinilai Keliru

Jakarta, BuruhOnline.com – Gugatan yang diajukan oleh PT. Assab Steels Indonesia, yang mendasarkan tuntutannya pada pelanggaran Perjanjian Kerja Bersama (PKB) akibat mogok kerja, dibantah oleh Sukriyadi. Ia menilai, dasar gugatan tersebut tidak pernah menjadi alasan skorsing yang diberikan kepadanya hingga di gelar sidang mediasi di Dinas Tenaga Kerja. Menurut Sukriyadi, Perusahaan sejak awal beragumentasi tentang penutupan salah satu bagian dan merugi.

“Dari gugatan Penggugat, karena dia (Perusahaan) mengajukan gugatan itu, lima orang yang di-skorsing itu melakukan pelanggaran PKB. Padahal faktanya itu bukan. Dari perkara yang diperkarakan Penggugat itu sebenarnya dari bipartit sampai tingkat mediasi itu, adalah penutupan divisi machining dan akibat kerugian Perusahaan,” ujar Sukriyadi, Senin (10/2/2020) usai menghadiri persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Atas fakta tersebut, ia sudah menyerahkan 20 bukti surat, diantaranya risalah bipartit, mediasi hingga pengumuman penutupan bagian machining. Sehingga Sukriyadi menganggap gugatan Perusahaan haruslah dinyatakan tidak dapat diterima. “Jadi kami, hari ini membuktikan bahwa perkara yang diajukan itu, mestinya harus di-N.O.,” tandasnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Sukriyadi dan kawan-kawan (5 orang) digugat oleh PT. Assab Steels Indonesia, akibat dari mogok kerja tidak sah. Karenanya, Perusahaan meminta Pengadilan menyatakan putus hubungan kerja dengan kualifikasi pelanggaran disiplin. Perusahaan menilai surat pemberitahuan mogok kerja, bertentangan dengan hukum, dan pihaknya hanya bersedia memberikan uang kompensasi pesangon sebesar satu kali ketentuan undang-undang ketenagakerjaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of