Sabtu, 4 April 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
220

Tanda Tangan Kontrak Lebih Dari Tiga Kali, Tukang Jahit Menggugat

Jakarta, BuruhOnline.com – Setelah bekerja selama empat tahun lebih sebagai tukang jahit, Dwi Mulyani yang diberhentikan dengan kualifikasi berakhirnya kontrak kerja sejak September 2019, menggugat PT. Hansae Indonesia Utama ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam surat gugatannya, Dwi menuntut diberikan uang pesangon, penghargaan masa kerja dan penggantian hak sebagai kompensasi pemberhentian sepihak dirinya.

Dwi yang mengaku sudah lebih dari tiga kali menandatangani perpanjangan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak), telah berupaya menyelesaikan permasalahan pemberhentian dirinya ke Dinas Tenaga Kerja, namun tidak mencapai kata sepakat. “Anjurannya, kalau gak salah itu, menerima habis kontraknya dari Perusahaan,” ujar Ebit Pardede, Senin (17/2/2020).

Menurut Ebit, perpanjangan kontrak yang lebih dari satu kali telah bertentangan dengan Pasal 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Sehingga, lebih lanjut dikatakannya, hubungan kerja Dwi dengan PT. Hansae Indonesia Utama haruslah beralih menjadi pekerja tetap. Dan terhadap pemutusan hubungan kerja yang dilakukan Perusahaan, wajib disertai dengan pembayaran uang pesangon.

“Kalau petitumnya kami bikin pemutusan hubungan kerja, pesangon,” tandasnya. Tak hanya kompensasi yang menjadi tuntutan Dwi, tetapi juga penetapan besaran upah selama tidak dipekerjakan lagi oleh PT. Hansae Indonesia Utama hingga bulan Februari 2020. Persidangan akan dilanjutkan pada pekan depan, untuk memberi kesempatan kepada pihak Pekerja mengajukan replik atas jawaban gugatan dari Perusahaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of