Kamis, 2 Juli 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
369

Target Tidak Tercapai, Kuasa Hukum Pekerja: Dalam Peraturan Perusahaan Tak Diatur

Jakarta, BuruhOnline.com – Hema Anggiat Marojahan Simanjuntak selaku kuasa hukum Nurmasjah Soleiman, mengungkapkan bahwa PT. BNI Life Insurance tidak memiliki Peraturan Perusahaan yang mengatur pencapaian target sebagai salah satu jenis pelanggaran yang dapat diberikan Surat Peringatan. “Tentang pencapaian target, bukanlah pelanggaran tata tertib, bukan pelanggaran berat, bukan juga tentang hal-hal yang dapat dijadikan dasar gugatan,” tutur Hema, Kamis (6/2/2020).

Menurutnya, yang diatur yakni berkaitan dengan kinerja yang penilaiannya dilakukan dalam kurun waktu satu tahun. “Pelanggaran berat atas kinerja itu, apabila kinerja buruk selama dua kali berturut-turut. Yang mana satu kali kinerja itu penilaiannya setahun. Artinya terbukti mereka terburu-buru memberikan SP satu, SP dua, SP tiga,” tandas Hema usai persidangan yang beragendakan penyerahan bukti surat.

Ia juga menegaskan, bahwa pihaknya telah menyampaikan bukti adanya pemberian hadiah kepada Nurmansjah, yang hanya diperuntukkan bagi Pekerja yang mampu mencapai target. “Itu-kan sangat membuktikan, bahwa dua bulan saja dia 30 miliar,” tambah Hema. Pihaknya mempersoalkan penerbitan surat peringatan yang terlalu cepat. Sedangkan Perusahaan dalam setiap kuartal menaikan target dari 170 miliar hingga 500 miliar dalam tiga bulan.

Atas fakta tersebut, Nurmansjah yang bekerja sebagai Head Office Agency meminta Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk menyatakan surat peringatan yang diberikan PT. BNI Life Insurance tidak sah dan batal demi hukum. Atas adanya surat peringatan sebanyak tiga kali, akhirnya Nurmansjah diakhiri hubungan kerjanya secara sepihak terhitung sejak akhir Mei 2019. Sehingga ia dalam surat gugatannya, menuntut diberikan uang pesangon dengan masa kerja selama empat tahun lebih

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of