Jumat, 5 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
494

Tidak Diakui, Pekerja Ajukan Bukti Pencatatan Serikat Pekerja di Pengadilan

Jakarta, BuruhOnline.com – Tak terima keberadaannya tidak diakui oleh PT. Prima Indah lestari, Sahrudin dan kawan-kawan (9 orang) mengajukan Tanda Bukti Pencatatan Serikat Pekerja SPMI sebagai salah satu bukti dalam persidangan gugatan perselisihan hubungan industrial, Senin (17/2/2020). Melalui kuasa hukumnya, Samsuri telah menyampaikan 12 (dua belas) bukti surat ke hadapan Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Keberadaan SPMI di Prima Indah Lestari Jakarta Barat, adalah sah berdasarkan surat pencatatan dari Dinas Tenaga Kerja Jakarta Barat,” ujar Samsuri. Ia juga mengaku akan menghadirkan dua orang saksi dalam persidangan pekan depan. Bahkan Samsuri akan meminta Ketua Serikat Pekerja SPMI di Perusahaan untuk bisa didengarkan kesaksiannya. Karena selama ini, Perusahaan seolah menutup pintu komunikasi dengan pihak Pekerja.

“Perusahaan belum mengakui keberadaan organisasi SPMI di Prima Indah Lestari Jakarta Barat. Walaupun suratnya sudah, pencatatan sudah keluar, tapi memang dia tidak mengakui. Bahkan itu ada bukti bahwa mereka menolak keberadaan SPMI itu ke Sudinnaker Jakarta Barat. Ada Suratnya!,” tegas Samsuri.

Sebelumnya, PT. Prima Indah Lestari membantah keberadaan Serikat Pekerja SPMI, yang didirikan di lokasi pabrik Jakarta. Sebab serikat pekerja itu, telah lebih dahulu berdiri di lokasi pabrik Cikande, Serang. Sehingga, Perusahaan menilai keberadaan SPMI di pabrik Jakarta, tidak dibutuhkan lagi. Hal tersebut dibantah Samsuri, karena menurutnya pendirian SPMI di pabrik Jakarta merupakan bagian dari penjenjangan organisasi pada tingkat wilayah, bukan pada tingkat pusat.

Alasannya, karena Perusahaan memiliki lokasi kerja di Jakarta Barat, Tangerang dan Serang. Sehingga PT. Prima Indah Lestari berdalih pada Pasal 19 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000. Dalam ketentuan tersebut, dinyatakan: Nama dan lambang serikat pekerja/serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja/serikat buruh yang akan diberitahukan tidak boleh sama dengan nama dan lambang serikat pekerja/serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja/serikat buruh yang telah tercatat terlebih dahulu.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Sahrudin dan kawan-kawan, tidak pernah menyangka jika mogok kerja yang dilakukannya akan berakhir dengan pemutusan hubungan kerja. Sebab dalam tuntutannya, ia meminta PT. Prima Indah Lestari untuk menerapkan ketentuan besaran upah minimum yang berlaku di Jakarta, dan membayarkan kekurangannya sejak tahun 2018. Dikatakan kuasa hukumnya, Samsuri menjelaskan, adanya upaya untuk menghambat aktifitas serikat pekerja yang baru terbentuk di Perusahaan itu.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of