Jumat, 5 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
268

Ada Kontrak, Tapi Yang Tanda-Tangan Atasan Pekerja Dengan Perusahaan

Jakarta, BuruhOnline.com – Dalam sidang lanjutan perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja, antara Yosephine Retna Wijayanti melawan PT. Elokuensi Harapan Bangsa memasuki tahap penyerahan kesimpulan. Namun pada persidangan pekan lalu, Perusahaan telah menyampaikan bukti surat perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) dan menghadirkan seorang saksi.

Ryan Prasetya selaku kuasa hukum Yosephine, mengaku sempat terkejut dengan bukti perjanjian kontrak yang disampaikan ke hadapan Hakim Duta Baskara selaku Ketua Majelis Hakim di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Berdasarkan pengakuan Pekerja, menurutnya sejak dipekerjakan pada tahun 1991 di Perusahaan yang semula berbentuk Yayasan itu, tidak pernah ada tanda tangan perjanjian kontrak.

Untuk meyakinkan dirinya, Ryan meminta Majelis Hakim untuk memperlihatkan bukti kontrak. Rasa terkejut Ryan bertambah, ketika ia melihat pihak yang menandatangani kontrak kerja bukanlah Yosephine, kliennya. Tetapi atasan Yosephine yang dihadirkan sebagai saksi. Terhadap bukti tersebut, Ryan mempertanyakan mengenai dasar saksi menandatangani kontrak Yosephine.

Kala itu, saksi dari PT. Elokuensi Harapan Bangsa menjawab, penandatanganan kontrak kerja karena didasarkan pada surat kuasa, tetapi ia tidak dapat memperlihatkan suratnya di persidangan. “Ada nggak dalam aturan undang-undang ketenagakerjaan, membolehkan kita yang bekerja di Perusahaan, terus yang menandatangani kontrak kita adalah orang lain, bukan kita sendiri?,” tutur Ryan, Senin (16/3/2020).

Dalam surat gugatannya, Yosephine yang telah bekerja sejak tahun 1991 itu, meminta agar Majelis Hakim menetapkan besaran uang kompensasi pesangonnya sebesar dua kali ketentuan undang-undang. Ia juga menuntut agar diberikan kekurangan upah selama tiga tahun terakhir, dan upah selama tidak dipekerjakan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of