Jumat, 5 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
863

Bostinco, Akhirnya Dihukum Bayar Rp15,4 Miliar

Bandung, BuruhOnline.com – Setidaknya, Ahmad Solihin dan kawan-kawan (135 orang) dapat bernafas lega, setelah Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, mengabulkan sebagian gugatannya. Amar putusan yang dibacakan oleh Hakim Yuswardi, salah satunya menghukum PT. Bostinco untuk membayar uang pesangon, kekurangan upah tahun 2018 dan upah bulan Nopember 2018.

“Menghukum Tergugat untuk membayar tunai dan sekaligus kekurangan upah sampai dengan September 2018, kompensasi PHK dan upah bulan Oktober 2018 yang belum dibayarkan, serta upah bulan November 2018 kepada para Penggugat seluruhnya sebesar Rp15.4 miliar,” ujar Hakim Yuswardi, Rabu (11/3/2020) membacakan amar Putusan Perkara Nomor 266/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Bdg.

Mulanya, PT. Bostinco mengirimkan surat kepada Solihin dan kawan-kawan, bahwa terhitung tanggal 19 Nopember 2018, mereka diakhiri hubungan kerjanya tanpa menyebutkan nilai besaran kompensasi termasuk dengan sisa upah yang belum dibayarkannya di bulan Oktober 2018. Perusahaan hanya menyebut alasan pengakhiran karena kondisinya sedang tidak baik. Meski begitu, Solihin dan kawan-kawan yang didampingi Ari Lazuardi selaku kuasa hukum, tetap bersabar dan melakukan upaya hukum melalui PHI Bandung, sejak 30 Oktober 2019 lalu.

Perusahaan juga diduga membayar upah kepada beberapa Pekerjanya dibawah ketentuan upah minimum yang berlaku. Atas temuan tersebut, Solihin dan kawan-kawan sudah melaporkannya ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pengawasan Ketenagakerjaan, untuk segera ditindaklanjuti sebagai pelanggaran yang termasuk tindak pidana ketenagakerjaan.

Sedangkan terhadap pemutusan hubungan kerja sepihak yang dilakukan PT. Bostinco, Ahmad Solihin meminta Majelis Hakim untuk menetapkan besaran uang kompensasi pesangon, upah dan hak lainnya sebesar Rp20 miliar lebih.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of