Sabtu, 6 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
361

Di-PHK Karena Sering Tidak Kerja & Sakit-Sakitan, Begini Putusan Pengadilannya

Bandung, BuruhOnline.com – “Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian,” ujar Hakim Yuswardi, Rabu (11/3/2020) saat membacakan amar putusan dalam perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja, antara Sri Nurhanifah melawan PT. Ewindo di ruang sidang Soerjadi, gedung Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung. Dalam pertimbangan hukumnya, Hakim Yuswardi menilai hubungan kerja waktu tertentu (kontrak) yang diadakan oleh Perusahaan, telah bertentangan dengan Pasal 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

“Menyatakan perjanjian kerja waktu tertentu yang dibuat antara Tergugat dengan Penggugat melanggar Undang-undang Ketenagakerjaan,” sambungnya. Hal tersebut disebabkan karena Pekerja sudah bekerja selama 14 tahun sebagai operator. Sehingga, hubungan kerja antara Sri dengan PT. Ewindo, berubah menjadi pekerja tetap.

Atas pertimbangan itu, Hakim Yuswardi menghukum Perusahaan untuk membayar uang pesangon, dan upah selama tidak dipekerjakan sebesar enam bulan upah, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sarli Lumbantoruan selaku kuasa hukum Sri mengatakan, awal mulanya terjadi perselisihan karena sering sakit-sakitan dan tidak masuk bekerja. Sehingga Sri, kala itu, menolak untuk kembali diperjanjikan kontrak.

“Nah setelah kita ulas, ternyata kontraknya ini sudah bertentangan dengan undang-undang. Karena kontraknya sudah lebih dari tiga tahun,” tutur Sarli. Dikatakannya, Majelis Hakim menolak sebagian tuntutan upah yang semula diajukan sebesar 21 bulan upah. Dan juga tidak mengabulkan permintaan uang paksa (dwangsom), serta sita jaminan terhadap aset milik Perusahaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of