Jumat, 5 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
297

Dianggap Mengundurkan Diri, Pekerja Tuntut Kompensasi Pesangon

Bandung, BuruhOnline.com­ – Maulana Muhammad Yunus tak terima diakhiri hubungan kerjanya secara sepihak oleh PT. Detede, tanpa pemberian uang pesangon sebagai kompensasi pemberhentiannya selama bekerja sejak Nopember 2007 lalu. Apalagi yang menjadi alasan pemutusan hubungan kerjanya karena dianggap mengundurkan diri. Padahal, ia tak pernah membuat surat permohonan pengunduran diri.

“PHK dengan alasan mengundurkan diri. Karyawan yang bersangkutan tidak pernah mengundurkan diri,” ujar Mohamad Isa Fajri Yanuar usai menghadiri persidangan yang beragendakan kelengkapan identitas dari para pihak, Rabu (11/3/2020) di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung.

Pihaknya juga telah berupaya menyelesaikan permasalahan tersebut ke Dinas Tenaga Kerja. Dalam anjurannya, Disnaker menyarankan PT. Detede untuk membayar uang pesangon, penghargaan masa kerja dan penggantian hak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Anjuran, memerintahkan untuk membayar sesuai ketentuan undang-undang,” terang Isa.

Maulana, dalam surat gugatannya, meminta Majelis Hakim PHI Bandung untuk menyatakan pemutusan hubungan kerjanya dengan PT. Detede, karena kualifikasi tanpa kesalahan. Sehingga terhadap pemberhentian tersebut, selain meminta penetapan besaran pesangon, ia juga menuntut pembayaran upah selama tidak dipekerjakan.

Dikatakan Isa, pihaknya tetap membuka ruang perdamaian dengan Perusahaan, meskipun proses persidangan di PHI Bandung sudah berlangsung. “Kami mencoba membuka ruang, jika mediasi itu terlaksana, ya saya-sih menginginkan itu (damai),” tandasnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of