Sabtu, 6 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
226

Diberhentikan, Tanjung Priok Digugat ke Pengadilan Hubungan Industrial

Jakarta, BuruhOnline.com – Tak terima dengan anjuran dari Dinas Tenaga Kerja, akhirnya Manager PT. Tanjung Priok Indah Line menggugat Perusahaan tempat bekerjanya itu, ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam anjurannya, Disnaker menyarankan agar Perusahaan membayar uang pesangon sebesar satu kali ketentuan undang-undang.

Dikatakan kuasa hukumnya, Agust Takarbobir, awal mulanya Pekerja diturunkan jabatan dan dipindahkan dari Jakarta ke Surabaya. Pemindahan tugas tersebut, menurut Agust, tanpa ada perundingan terkait besaran upah dan fasilitas. “Pangkatnya diturunkan, dipindahkan ke Surabaya tanpa ada pembicaraan, baik tentang gaji dan fasilitas,” tuturnya usai menghadiri persidangan, Senin (9/3/2020).

Atas hal itu, Pekerja telah berupaya untuk meminta penjelasan kepada PT. Tanjung Priok Indah Line. Namun, Perusahaan tidak menanggapi persoalan upah dan fasilitas yang dipertanyakan Pekerja. Dan sebaliknya, justru Perusahaan memutuskan hubungan kerja Pekerja secara sepihak, dengan alasan mengundurkan diri terhitung 15 Nopember 2019.

“(Pekerja) sempat ke Surabaya untuk merundingkan permasalahan itu, tetapi di Surabaya tidak terjadi perundingan tetapi hanya disodorkan, sudah disiapkan surat untuk pengakhiran hubungan kerja,” ujar Agust. Dalam surat gugatan yang diregisterasi dengan Nomor 84/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Jkt.Pst., Perusahaan dituntut untuk membayar uang pesangon sebesar dua kali ketentuan undang-undang, upah terhitung sejak tidak dipekerjakan, dan kekurangan iuran jaminan hari tua.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Duta Baskara itu, ditunda karena pihak Perusahaan tidak hadir. Dikatakan Duta sebelum menutup persidangan, ia memerintahkan juru sita untuk memanggil PT. Tanjung Priok Indah Line menghadiri sidang padan pekan depan, dengan agenda pemeriksaan identitas dan pembacan gugatan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of