Sabtu, 6 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
359

Dipindahkan ke Perusahaan Outsourcing, Buruh Karawang Tuntut Bekerja Kembali

Bandung, BuruhOnline.com – Dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, Andi Hidayat menuntut PT. Nippon Konpo Indonesia untuk mempekerjakan kembali dirinya, pada posisi dan jabatan semula. Lantaran pemutusan hubungan kerja yang dilakukan Perusahaan sejak Juni 2018, merupakan keputusan secara sepihak dan tanpa putusan pengadilan. Selain itu, Andi juga tidak dapat menerima pengalihan hubungan kerjanya, ke Perusahaan penyedia jasa tenaga kerja (outsourcing) PT. Persada Personel Alihdaya.

“Prinsipal-nya itu bekerja, bekerja di PT. Nippon Konpo Indonesia. Namun kemudian, seiring waktu memang prinsipal dialihkan. Yang awalnya dia bekerja di PT. Nippon Konpo Indonesia, namun kemudian dia beralih ke PT. Persada,” tutur Rian Irawan selaku kuasa hukum Andi, sesaat usai menghadiri persidangan yang beragendakan pembacaan putusan sela di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (11/3/2020).

Dengan peralihan itu, sambung Rian, hubungan kerja Andi menjadi perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak). Padahal, sejak Andi diterima bekerja oleh PT. Nippon Konpo Indonesia pada 6 Agustus 2014 lalu, ia sudah ditempatkan di bagian produksi sebagai operator Moving B, tanpa adanya perjanjian kerja tertulis. “Kalau kita merujuk pada undang-undang nih, dia harusnya menjadi pegawai tetap. Karena tidak ada perjanjian kerja secara tertulis,” tegas Rian.

Namun dengan alasan telah berakhirnya kontrak kerja, akhirnya Andi terhitung Juni 2018 diputuskan hubungan kerjanya. Atas pengakhiran secara sepihak tersebut, Andi yang didampingi oleh Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK), mengajukan upaya penyelesaian melalui musyawarah hingga mediasi di Dinas Tenaga Kerja. Ditambahkan Rian, kedua upaya itu, tidak berhasil mencapai kesepakatan, sehingga pihaknya mengajukan gugatan ke Pengadilan.

“Isi anjuran itu, bahwa si-Pekerja ini dia harus beralih status Pekerja-nya menjadi Pekerja PT. Nippon Konpo Indonesia,” ujar Rian. Ia juga menyebut, terhadap status hubungan kerja alihdaya (outsourcing) di PT. Nippon Konpo Indonesia, telah ada Nota Pemeriksaan Khusus dari Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan. Menurut Rian, Nota tersebut menegaskan adanya pelanggaran terhadap penerapan status hubungan kerja alihdaya.

“Kalau memang Penggugat bukan karyawan PT. Nippon Konpo Indonesia, tapi kemudian ketika dia diberikan gaji, itu ber-kop dan juga berstempel PT. Nippon Konpo Indonesia,” tandasnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of