Sabtu, 6 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
256

Dituntut Ratusan Juta Rupiah, Perusahaan Tak Akui Miliki Cabang

Jakarta, BuruhOnline.com – PT. Megah Gemilang Makmur tidak mengakui tempat bekerja Sumarno Adianto dan kawan-kawan (6 orang), sebagai bagian dari unit cabang Perusahaan. Demikian dikatakan oleh Hendricus Eventius selaku kuasa hukum Sumarno, Selasa (10/3/2020). “Bahwa tempat bekerja Penggugat (Pekerja) itu, Tergugat tidak mengakui itu Perusahaan Tergugat,” ujarnya usai menghadiri persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Menurut Hendricus, Perusahaan hanya mengakui lokasi usahanya di Kebayoran Baru, Jakarta. Sedangkan tempat Sumarno dan kawan-kawan ditempatkan bekerja, yakni di Kelapa Gading dan di Sawah Besar, Jakarta, dianggap bukanlah bagian dari PT. Megah Gemilang Makmur. “Pada jawaban Tergugat, Tergugat tidak mengakui bahwa kedua tempat ini adalah milik daripada Tergugat,” tambahnya.

Dalam tanggapannya, Hendricus menyangkal sanggahan Perusahaan. Dikatakannya, permasalahan yang dipersoalkan oleh Sumarno dan kawan-kawan terkait hubungan kerja dengan outsourcing. “Bahwa permasalahannya bukan tempat yang diakui atau tidak, tetapi permasalahannya adalah dia (Perusahaan) tidak membayar karena dia menganggap bahwa Pekerja ini atau Penggugat itu adalah karyawan outsourcing,” tegasnya.

Sedangkan menurutnya, outsourcing yang dimaksud Perusahaan, bukanlah berbadan hukum seperti yang dipersyaratkan oleh ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan.  “Penggugat (pernah) menanyakan, apa syarat-syarat outsourcing? Ternyata koordinator ini adalah Pekerja juga,” tutur Eventius.

Ditambahkannya, Sumarno dan kawan-kawan diputuskan hubungan kerjanya sejak Desember 2018 dengan alasan adanya kehilangan barang invetaris Perusahaan yang bergerak dibidang jasa perhotelan itu.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of