Sabtu, 6 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
311

Dituntut Uang Pisah, Perusahaan Berdalih Kuasa Pekerja Tak Miliki Legal Standing

Jakarta, BuruhOnline.com­ – Dalam jawaban atas gugatan yang diajukan oleh Nouke Ade Mailoor, PT. Anekatrans Persada Indonesia mengajukan keberatan atas kedudukan penerima kuasa Nouke, Heri Witjaksono dan Sugiarti yang mewakilinya di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Menurut Perusahaan, keduanya dianggap tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk dapat mewakili Nouke.

“Dia hanya menyerang (penerima) kuasa, berarti cacat formil gitu. Isinya tidak fokus pada inti permasalahan,” ujar Sugiarti, Senin (2/3/2020). Padahal, gugatan yang diajukan oleh Nouke karena Perusahaan belum membayar uang pisah dan penggantian hak sebagai kompensasi pengakhiran hubungan kerja, dengan kualifikasi mengundurkan diri terhitung sejak September 2018. Nouke menolak jika pembayaran uang kompensasinya tersebut, dibayar dengan skema mencicil.

Heri juga menegaskan, terhadap dalil dan bukti-bukti yang akan pihaknya sampaikan, tidak mungkin bisa dibantah oleh Perusahaan. Sebab, Nouke yang juga sebagai istrinya itu, terbukti Pekerja di PT. Anekatrans Persada Indonesia. “Untuk bukti bahwa kita menyatakan memang karyawan sudah cukup jelas. Dan slip gaji juga sudah menguatkan bahwa kita karyawan. Jadi seharusnya tidak ada pe-ngelakkan,” tandasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, keberatan yang diajukan oleh Perusahaan adalah sebagai caranya untuk dapat menghindar dari kewajiban. “Anjuran Disnaker sudah kita kantongi, tetap anjuran Disnaker seperti apa yang ditawarkan oleh pihak Perusahaan. Dan kita tidak mengeluh soal itu. Tetapi masih Perusahaan tidak mau menerima, mau membayarnya dicicil,” tambah Heri usai menghadiri persidangan yang dipimpin oleh Hakim Duta Baskara itu.

Sekedar informasi, gugatan diajukan Nouke sejak 29 Juli 2019. Kala itu, PHI Jakarta Pusat mengalami kesulitan dalam memanggil para pihak. Agenda pemeriksaan identitas para pihak, telah ditunda sebanyak 9 kali setelah berkoordinasi dengan Panitera Pengadilan Negeri Cikarang, Bekasi. Sidang akan kembali dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda menyerahkan bukti surat dari pihak Perusahaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of