Sabtu, 6 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
719

GSBI: Industrialisasi Nasional Jalan Keluar Cipta Kerja, Bukan Omnibus Law

Jakarta, BuruhOnline.com – Ratusan buruh dari Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), berunjukrasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, sejak Senin (9/3/2020) pagi. Selain memperingati Hari Perempuan Internasional, GSBI juga meminta DPR untuk segera menghentikan pembahasan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja.

Rudi HB Daman selaku Ketua Umum GSBI, menilai RUU Cipta Kerja bukanlah solusi penciptaan lapangan kerja. Ia menyebut, monopoli atas sumber kekayaan alam Indonesia oleh segelintir pemilik modal, telah menempatkan negara pada ketergantungan investasi asing. Sebagai negara yang kaya, Indonesia seharusnya dapat membangun industri nasional yang mandiri, tanpa harus menggantungkan penyediaan bahan baku pada impor.

“Rakyat tidak membutuhkan omnibus law cipta kerja,” ujar Rudi. Sebab, RUU tersebut hanya akan membuat posisi tawar Pekerja dengan Perusahaan semakin tidak seimbang dan rentan untuk mendapatkan perlindungan atas kepastian kerja, waktu kerja, upah murah. Sehingga, tidak ada pilihan lain bagi GSBI, selain menyerukan penolakannya terhadap RUU tersebut.

Cadangan modal tersebut, dinilai Rudi akan menumbuhkan ketersediaan lapangan kerja seluas-luasnya. Dan memberikan jaminan kepastian pemenuhan seluruh kebutuhan rakyat secara mandiri, seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, dan jaminan sosial.

Tak hanya soal RUU Cipta Kerja, GSBI juga menuntut Pemerintah untuk segera menurunkan iuran premi jaminan sosial kesehatan, melaksanakan reformasi di bidang agraria, dan mewujudkan industrialisasi nasional.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of