Jumat, 5 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
361

Kontrak Kerja Diputus Sepihak, Pekerja Minta Ijin Kapal Dibekukan

Jakarta, BuruhOnline.com – Belum genap dua bulan bekerja, Arifin Triwidodo diakhiri kontrak kerjanya secara sepihak oleh PT. Kawoori Lintas Samudra. Padahal dalam Perjanjian Kerja Laut yang ditandatanganinya itu, mulai berlaku sejak 3 Nopember 2018 hingga 3 Agustus 2019. Namun pada tanggal 12 Desember 2018, Arifin diberhentikan tanpa disertai dengan pembayaran ganti rugi atas upah sisa kontraknya sebanyak 8 bulan.

“Penggugat melakukan kontrak dengan Tergugat, dikontrak perjanjian itu selama sepuluh bulan. Ternyata baru bekerja dua bulan, Tergugat memberhentikan secara sepihak,” ujar Melvina Yanti Sirait, Selasa (10/3/2020) usai menghadiri persidangan dengan agenda bukti surat di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Ia menjelaskan, ada kesalahan yang dilakukan oleh Arifin. Tetapi pemberhentian yang dilakukan Perusahaan tanpa diberikan surat peringatan terlebih dahulu. “(PHK) tanpa ada SP satu, SP dua, SP tiga, langsung putus hubungan kerja,” terang Melvina. Pihaknya juga telah berupaya menyelesaikan permasalahan pengakhiran kontrak secara sepihak itu, ke Dinas Tenaga Kerja. “Isi anjuran Disnaker, (Perusahaan) membayar sisa kontrak,” tandasnya.

Melvina mengaku, pihaknya telah menyerahkan 10 bukti surat, diantaranya kontrak kerja, buku pelaut, dan pasport yang membuktikan Arifin ditempatkan ke Korea. Dalam surat gugatannya, Arifin menuntut PT. Kawoori Lintas Samudra membayar ganti rugi berupa upah sisa kontrak, dan meminta ijin berlayar kapal milik Perusahaan dibekukan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of