Minggu, 31 Mei 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
316

Mantan Pekerja Jadi Saksi Dugaan Penyimpangan Undang-Undang di Allure Allumunio

Bandung, BuruhOnline.com – Dua orang mantan Pekerja PT. Allure Allumunio dihadirkan menjadi saksi oleh Wahid Riyagus dan Khamis Ahmad, di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (18/3/2020). Keduanya diminta oleh Wahid, untuk menerangkan adanya dugaan penyimpangan penerapan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) yang dilakukan oleh Perusahaan.

Dikatakan oleh Ma’mun selaku kuasa hukum Wahid dan Khamis, PT. Allure Allumunio menerapkan perpanjangan perjanjian kerja kontrak secara berulang-ulang hingga lima kali. Padahal dalam Pasal 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, perpanjangan perjanjian kontrak hanya dapat dilakukan satu kali. “Saksi dua pernah mengalami, menandatangani perjanjian kerja itu sekitar lima kali penandatanganan perjanjian kerja,” ujar Ma’mun.

Menurutnya, saksi juga pernah tetap bekerja walau tidak ada perjanjian untuk beberapa hari lamanya. Setelah perpanjangan perjanjian kerjanya berakhir sekian lama, ia baru diperjanjikan lagi dengan perjanjian kontrak baru. “Setelah berakhir kontrak kerja, tetap dipekerjakan. Baru setelah sekian lama, dia tandatangan perjanjian kerja kontrak kembali,” terang Ma’mun.

Terhadap penyimpangan perjanjian kerja tersebut, Wahid dan Khamis dalam surat gugatannya meminta agar Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Yuswardi, menetapkan hubungan kerjanya yang semula diperjanjikan dengan waktu tertentu, berubah menjadi pekerja tetap PT. Allure Allumunio terhitung sejak bekerja di tahun 2013. Keduanya juga menuntut penetapan pembayaran upah, serta tunjangan hari raya selama tidak dipekerjakan sejak Juli 2018.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of