Selasa, 2 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
227

Modus Union Busting, Mutasi & Dianggap Mengundurkan Diri

Jakarta, BuruhOnline.com – Berawal dari adanya permasalahan kekurangan pembayaran upah di PT. Jatim Petroleum Transport, yang kemudian oleh Muhammad Haerullandri diajukan ke Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan. Sebagai Ketua Serikat Pekerja, Haerullandri menilai masih adanya kewajiban yang harus dibayarkan oleh Perusahaan kepada para anggotanya. Namun ia tidak mengira, jika tindakannya tersebut berujung pada mutasi dan pemberhentian secara sepihak.

“Ada upaya dari pihak Perusahaan terkait persoalan union busting, karena Bung Andri ini salah satu ketua komisariat yang dalam proses sebelumnya ada kurang upah, kurang bayar,” ujar Mudarip selaku salah seorang penerima kuasa dari Herullandri, Senin (9/3/2020), usai menghadiri lanjutan persidangan dengan agenda pemeriksaan bukti surat di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Haerullandri dimutasikan pada tanggal 3 Oktober 2018. Dalam surat keputusan mutasi yang dikeluarkan oleh PT. Jatim Petroleum Transport, Haerullandri dipindahkan dari Customer Service di Jakarta ke Kalimantan. Padahal, Perusahaan  tidak memiliki Peraturan Perusahaan sebagai dasar hukum untuk memutasikannya yang telah mengabdi sejak tahun 2013.

Kala itu, Haerullandri sedang memperjuangkan kekurangan pembayaran upah lembur, yang timbul akibat selisih besaran upah yang ditetapkan oleh Dinas Tenaga Kerja. “(masih) ada beberapa persoalan yang sampai dengan hari ini belum selesai juga, terkait masalah pembayaran upah lembur yang belum selesai,” tandas Mudarip.

Terhadap tindakan menolak mutasi itu, Haerullandri akhirnya dikualifikasikan mengundurkan diri oleh Perusahaan. Karena tidak merasa melanggar disiplin, ia menolak anggapan PT. Jatim Petroleum Transport, dan meminta Pengadilan untuk memerintahkan Perusahaan mempekerjakan kembali dirinya, sesuai anjuran dari Disnaker Jakarta Utara.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of