Sabtu, 28 Maret 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
367

Saksi Benarkan Rencana Perusahaan Bayar Pesangon Dicicil 18 Kali

Bandung, BuruhOnline.com – Kedua saksi yang dihadirkan oleh Salimin dan kawan-kawan, menyampaikan adanya rencana PT. Tang Mas membayarkan uang pesangon dengan cara diangsur sebanyak 18 kali. Dihadapan Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Yuswardi, saksi yang juga ketua dan sekretaris serikat pekerja itu, menceritakan awal mula terjadinya pemutusan hubungan kerja terhadap 56 karyawan.

Sebelum diberhentikan sepihak pada bulan September 2019, Salimin dan kawan-kawan dirumahkan selama tiga bulan. “Awalnya dirumahkan selama tiga bulan. Di-upah seratus persen di bulan pertama. Yang kedua, enam puluh persen. Yang ketiga, lima puluh persen,” tutur Agus Haerudin selaku kuasa hukum Salimin, Rabu (18/3/2020).

Menurutnya, setelah tiga bulan dirumahkan, Salimin tidak lagi dipanggil bekerja melainkan diberhentikan dengan penawaran pesangon yang dicicil sebanyak 18 kali. Mereka tidak dapat menerima keputusan produsen air 2Tang tersebut, sehingga mengajukan gugatan perselisihan pemutusan hubungan kerja ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Agus juga membantah adanya hasil audit dari akuntan publik, yang menyimpulkan adanya kerugian yang dialami PT. Tang Mas. Selain karena tidak adanya kesepakatan bersama dengan Serikat Pekerja terkait penunjukan kantor akuntan, Perusahaan hingga kini masih berproduksi.

Sedangkan Perusahaan dalam dalil jawabannya, menilai tindakan mogok kerja yang dilakukan Salimin dan kawan-kawan telah menimbulkan kerugian. Sehingga, PT. Tang Mas menggugat balik Salimin sekitar 10 miliar, tutur Agus.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of