Sabtu, 6 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
389

Sebelum Dipecat, Juru Masak Ini Dua Kali Kontrak, Jadi Harpas Lalu di-Kontrak Lagi

Jakarta, BuruhOnline.com – Meski asas fiksi hukum berlaku di Indonesia, namun pada umumnya tidak semua orang mengetahui peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebut saja, Suhro. Juru masak di Hotel Le Grandeur Jakarta itu, baru mengetahui adanya dugaan pelanggaran penerapan hubungan kerja waktu tertentu (kontrak) setelah diberhentikan oleh PT. Sinarwisata Lestari.

Dikatakan oleh Hamed selaku kuasa hukumnya, Senin (16/3/2020). Awalnya, Suhro diperjanjikan dengan perjanjian kerja kontrak sebanyak dua kali dalam kurun waktu dua tahun. Setelah masa berlakunya kontrak berakhir, lalu Suhro diikat dengan perjanjian kerja harian lepas selama tiga bulan, dan kemudian dilanjutkan dengan perjanjian kontrak untuk ketiga kalinya dalam kurun waktu satu tahun.

“Kami disini menggugat, bahwa PKWT-nya tidak sesuai dengan Pasal 59 ayat (1), (2) dan ayat (5) juga ayat (6), karena menurut jenis sifat pekerjaan tidak sesuai karena dia sebagai demi-chef (juru masak),” ujarnya. Pekerjaan tersebut, menurut Hamed, merupakan pekerjaan yang tidak dapat diperkirakan penyelesaian waktunya. “Artinya, pekerjaan ini, pekerjaan tetap dan terus menerus sepanjang hotel masih berdiri, pasti ada pekerjaan demi-chef,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, dengan tidak adanya pembaharuan perjanjian kerja kontrak selama tiga puluh hari, setelah berakhirnya perpanjangan kontrak, maka perjanjiannya tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. “Tapi hanya merubah statusnya dari PKWT menjadi Pekerja harian (lepas),” tandasnya usai menghadiri sidang di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang beragendakan pemeriksaan identitas para pihak.

Atas alasan-alasan itu, Suhro meminta agar dirinya dipekerjakan kembali sebagai Pekerja tetap pada posisi dan jabatan semula terhitung sejak 3 Agustus 2015. Serta menetapkan besaran upah selama tidak dipekerjakan oleh PT. Sinarwisata Lestari selaku pengelola Hotel Le Grandeur Jakarta, sejak bulan September 2018.

Hamed mengaku, pihaknya telah berupaya untuk menyelesaikan permasalahan Suhro melalui Dinas Tenaga Kerja. Akan tetapi, upaya tersebut tidak mencapai kesepakatan. Hingga akhirnya Disnaker menganjurkan, agar PT. Sinarwisata Lestari mempekerjakan kembali Suhro. Persidangan akan kembali dilanjutkan pada pekan depan, dengan agenda melengkapi dokumen identitas perwakilan dari Perusahaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of