Sabtu, 6 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
352

Sepakati Capaian Target, Perusahaan Anggap Pengakhiran Kontrak Sah

Jakarta, BuruhOnline.com – PT. Arthama Hotel Losari Jakarta menganggap pemberhentian yang dilakukannya terhadap Brando Hadi September telah sah dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sebab, selain karena alasan capaian target yang tidak dapat dipenuhi oleh Brando telah disepakati dalam perjanjian kerja. Perusahaan juga mendasarkan pengakhiran kontrak kerja pada sanksi akibat tidak tercapainya target yang telah disepakati.

“Penggugat di-PHK karena memang tidak bisa mencapai target sebagaimana telah disepakati dalam kesepakatan kerja, antara pihak PT. Arthama Hotel dengan penggugat,” ujar Syamsul Zakaria selaku kuasa hukum Perusahaan, Senin (2/3/2020). Hal tersebut diatur dalam Pasal 5 Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, yang menyatakan Pekerja sebagai Manajer Hotel bersedia memenuhi target sebesar Rp1,8 miliar perbulan.

“Di pasal 21 kesepakatan itu dinyatakan, jika itu tidak tercapai maka pihak Perusahaan bisa melakukan PHK,” tambah Syamsul usai menghadiri persidangan yang beragendakan mendengar keterangan saksi dari pihaknya, di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Terhadap hal tersebut, Brando melalui kuasa hukumnya, Jandry Luhukay menegaskan, pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan Perusahaan telah bertentangan dengan hukum. Lantaran tidak membayarkan ganti rugi kepada Brando yang diputuskan hubungan kerjanya sebelum masa berlakunya kontrak berakhir.

“Perjanjian kerja itu sah? Sah. Tetapi apabila ada klausul-klausul di dalam bertentangan maka itu batal demi hukum, itu undang-undang,” terang Jandry. Menurutnya, meskipun Perusahaan dapat mengakhiri perjanjian kerja kontrak yang telah disepakati, tetapi alasan tidak tercapainya target sebagai bagian dari keadaan tertentu yang diperbolehkan oleh undang-undang, tetaplah harus disertai pembayaran upah sisa kontrak.

“Dia dikontrak dua puluh empat bulan, yaitu mulai 7 Januari 2019. Namun pada awal Maret tanggal 6, Penggugat diputus kontrak dengan alasan tidak kompeten,” tandasnya. Jandry mengungkapkan, Brando telah memiliki pengalaman di sepuluh hotel bintang lima. Namun pemenuhan capaian target yang belum dilakukannya, karena Perusahaan baru selesai melakukan perbaikan gedung, sehingga membutuhkan waktu lebih dari dua bulan.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Taryan Setiawan itu, akan dilanjutkan pada pekan depan, dengan agenda menyerahkan kesimpulan dari kedua belah pihak.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of