Sabtu, 6 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
183

Tak Berhasil Tagih Kredit Macet, Jadi Alasan Pemberhentian Pekerja

Bandung, BuruhOnline.com – Lima tahun sudah berlalu, Siti Nuraeni dan kawan-kawan (10 orang) hingga kini belum juga mendapatkan kepastian atas putusnya hubungan kerja dengan PT. Joen Mode Pasirindo. Padahal, mereka telah diberhentikan secara sepihak sejak Oktober 2014 lalu. Alasannya karena tidak berhasil menagih piutang (kredit macet) dari konsumen Perusahaan, akhirnya dikualifikasikan sebagai kesahan berat.

“Piutang ini dibebankan kepada mereka untuk menagih. Jadi ketika piutang mereka suruh nagih, mereka tidak dapat uang tagihan, itu dianggap sebuah kesalahan berat,” ujar Tris Nur Priyanto selaku kuasa hukum Siti Nuraeni dan kawan-kawan, Rabu (11/3/2020) usai menghadiri persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung.

Tak hanya itu, Siti Nuraeni dan kawan-kawan yang kesehariannya bekerja sebagai staff, dipindahkan dari pabrik di Bogor ke Tanah Abang, Jakarta. “Di mutasi ke Tanah Abang, katanya kantor pusat. Ternyata kantor kosong. Hanya pengalihan agar mereka tidak bekerja di Perusahaan,” terang Tris.

Dalam surat gugatan, PT. Joen Mode Pasirindo dituntut untuk membayar uang pesangon sebesar dua kali ketentuan undang-undang, tunjangan hari raya dan upah selama tidak dipekerjakan hingga November 2019. Namun Perusahaan menolak tuntutan tersebut, dengan alasan pokok permasalahan yang diajukan memiliki kesamaan dengan gugatan yang lain (ne bis in idem).

Tris membantahnya. Karena kala itu, gugatan yang dimaksud Perusahaan dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verkaard). Dan pihaknya telah mendapatkan pemberitahuan putusan dari Mahkamah Agung (MA) pada 16 Mei 2019 lalu. “Perkara ini (memang) berawal dari tahun 2014. Sudah ada putusan di N.O. (Sekarang) kami gugat kembali,” tandasnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of