Jumat, 5 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
543

Tolak Pengalihan Hubungan Kerja, Hakim Perintahkan Perusahaan Bayar Pesangon

Jakarta, BuruhOnline.com – Amin Telaumbanua mengaku sedikit kecewa dengan vonis yang dibacakan Hakim Taryan Setiawan, Kamis (12/3/2020). Ditemui usai persidangan, kekecewaan tersebut, lantaran Majelis Hakim kurang dalam mempertimbangkan fakta persidangan, yang terbukti adanya rencana pengalihan hubungan kerja M. Ilyas dari PT. Batavia Bintang Berlian ke Perusahaan penyedia jasa tenaga kerja (outsourcing).

Atas rencana itu, Ilyas tidak bersedia dipindahkan dari Cabang Harco Mangga Dua, Jakarta ke Parung, Bogor. Dikatakan Amin, perpindahan Ilyas juga tanpa didasari Peraturan Perusahaan. “Disatu sisi, lumayan kecewa juga. Karena harusnya-kan putusan itu berdasarkan fakta persidangan dan bukti-bukti,” ujar Amin sebelum meninggalkan gedung Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Menurut Amin, Ilyas dipindahkan ke Parung, Bogor karena tidak bersedia dialihkan hubungan kerjanya. Seharusnya, Majelis Hakim menghukum PT. Batavia Bintang Berlian untuk membayar uang pesangon sebesar dua kali ketentuan undang-undang. “Karena dia tidak mau pindah ke Perusahaan outsource, kemudian di mutasi. Mutasi itu, kemudian dia tidak menerima itu, tidak sepakat dengan mutasi itu karena memang tidak ada ketentuannya,” tegas Amin.

“Memerintahkan Tergugat membayar kompensasi PHK kepada Penggugat berupa uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seluruhnya sebesar enam puluh dua juta sembilan ratus dua puluh delapan ribu delapan ratus rupiah,” ucap Hakim Taryan membacakan amar Putusan Perkara Nomor 333/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst.

Ia mengatakan, putusan Majelis Hakim sedikit berbeda dengan anjuran Dinas Tenaga Kerja. “Justru kalau anjuran dari Dinas Tenaga Kerja itu, memerintahkan membayar hak Penggugat (Pekerja) dua kali ketentuan,” terangnya. Pihaknya juga akan mempertimbangan kemungkinan untuk mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Seperti telah diberitakan sebelumnya,  Ilyas menuntut penetapan besaran uang pesangon sebesar dua kali ketentuan yang wajib diberikan oleh Perusahaan, beserta kekurangan upah sejak tahun 2016. Ia juga meminta agar Majelis Hakim menghukum PT. Batavia Bintang Berlian untuk menetapkan besaran upah selama Perusahaan tidak lagi mempekerjakannya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of