Selasa, 2 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
169

Belum Dibayar, Pekerja Gugat Kekurangan Komisi Tahun 2013

Jakarta, BuruhOnline.com – Dianggap belum membayar kekurangan komisi penjualan di tahun 2013, PT. Teknokraftindo Asia digugat Ruth Helena Pasaribu ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ruth meminta Majelis Hakim untuk menetapkan besaran kekurangan komisi bulan Februari dan Mei 2013. Selain itu, ia juga menuntut pembayaran komisi penjualan dari dua Perusahaan customer.

“Ini sih mengenai kekurangan komisi yang belum dibayarkan oleh pihak Perusahaan,” tutur Rosari Hormaida Triyani, Rabu (22/4/2020). Menurutnya, Ruth telah meminta agar PT. Teknokraftindo Asia membayarkan komisinya tersebut secara musyawarah. Namun karena tidak tercapai kesepakatan, Ruth akhirnya mengajukan mediasi di Dinas Tenaga Kerja Kota Jakarta Selatan. Dalam anjurannya, Perusahaan diminta untuk membayar komisi semasa Ruth bekerja.

“Di dalam anjurannya, supaya Perusahaan untuk membayarkan sisa komisinya itu,” ujar Rosa usai menghadiri persidangan yang digelar dengan agenda pemeriksaan identitas para pihak. “Tetapi anjuran itu tidak dilaksanakan sama pihak Perusahaan,” tambahnya. Atas pertimbangan tersebut, Ruth memutuskan untuk mengajukan gugatan pada 13 Maret 2020 lalu.

Diceritakan Rosa, hubungan kerja antara Ruth dengan PT. Teknokraftindo Asia telah berakhir dengan kualifikasi mengundurkan diri, karena telah berkeluarga dan memiliki anak. Ia berharap, Perusahaan dapat memenuhi tuntutan Ruth dan permasalahan dapat diselesaikan secara kekeluargaan. “Segera dibayarkan saja-lah. Karena bagi Perusahaan nilainya kecil ya, tapi kita nggak tahu bagi Pekerja,” tambahnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of