Jumat, 5 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
317

Cegah Covid-19, Buruh Kota Bekasi Berharap Upah Dibayar Saat Diliburkan

Bekasi, BuruhOnline.com – Meski sudah diterapkan protokoler kesehatan pada beberapa Perusahaan yang masih beraktifitas di Kota Bekasi, namun sebagian buruh berharap dapat diliburkan dengan pembayaran upah. Lantaran, Pemerintah Daerah telah menghimbau Perusahaan untuk melakukan pembatasan hingga peniadaan kegiatan produksi, untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sebagai daerah yang termasuk sebagai zona merah Covid-19, Walikota Bekasi belum secara resmi melarang aktifitas produksi di wilayahnya. Sebab, regulasi kewajiban pembayaran upah bagi Pekerja yang diliburkan karena adanya pandemi penyakit seperti Covid-19, belum diatur secara tegas oleh ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan.

“Diperkuat lagi oleh Dinas Tenaga Kerja-kan untuk meliburkan Perusahaan. Tapi ya tetep misalnya suruh diliburkan ya gaji tetep dibayar full,” ujar Hery Kosnanto, Rabu (8/4/2020) salah seorang Pekerja di Perusahaan packaging di Kota Bekasi. Walau ia tetap masuk bekerja seperti biasa, tetapi dirinya diwajibkan untuk mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer saat memasuki lingkungan Perusahaan.

Hery juga mengaku, setiap dua jam sekali dilakukan penyemprotan dis-infektan di seluruh ruangan produksi. Bahkan Perusahaan menerapkan waktu istirahat secara bergiliran untuk mencegah adanya kerumunan Pekerja saat beristirahat. Ditambahkan Aja Jaenudin, di lingkungannya tinggal dilakukan pengetatan hilir mudik setiap orang yang memasuki wilayah Cikiwul, Bantargebang, Bekasi.

Selain sebagai seorang buruh di Bekasi, Jaenudin yang mencari pendapatan sampingan pengobatan alernatif melalui tekhnik bekam itu, mengaku telah kehilangan beberapa konsumen. Dirinya khawatir dengan adanya wabah corona yang kini hingga di banyak negara. “Saya khawatir ketika pasien itu terpapar juga, dan tertular ke saya,” tandas Jaenudin. Ditambahkannya, rencana karantina wilayah (lockdown) tanpa bantuan langsung dari Pemerintah kepada setiap masyarakat, dianggapnya akan semakin menyusahkan rakyat kecil. “Saya terus terang, belum sanggup untuk lockdown,” tegasnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of