Jumat, 5 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
208

Diberhentikan Sebelum Kontrak Berakhir, Pekerja Tuntut Upah Sisa Kontrak

Jakarta, BuruhOnline.com – Kristin Julian Prieny tidak dapat menerima pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan oleh PT. Senjaya Tunggal Sakti, dengan alasan mangkir sejak tanggal 5 Agustus 2019. Padahal menurut Kristin, ketidakhadirannya bukan karena unsur kesengajaan tetapi karena ia sedang tidak sehat. “Saya itu memang pernah tidak masuk, karena sakit,” ujarnya usai menghadiri persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2020).

Dalam surat gugatannya, Kristin menuntut pembayaran upah sisa kontrak yang diperjanjikan selama dua tahun sejak Juli 2018. Sehingga menurutnya, Perusahaan masih memiliki kewajiban untuk membayar upahnya sejak Agustus 2019 sampai dengan Juli 2020. Ia juga menyangkal jika dianggap mangkir selama lima hari secara berturut-turut.

Ditambahkan Kristin, pihaknya mengaku sudah berupaya menyelesaikan permalasahan tersebut di Dinas Tenaga Kerja. Akan tetapi, sampai dengan Disnaker menetapkan besaran sisa upah kontrak yang harus dibayarkan, PT. Senjaya Tunggal Sakti tidak bersedia memenuhi permintaan Kristin.

“(Disnaker) menganjurkan sesuai permintaan saya. Saya kan dikontrak dua tahun masa kerja, jadi memang harus dibayar sisa masa kontrak saya,” terang Kristin. Pada petitumnya, ia meminta Majelis Hakim untuk menghukum PT. Senjaya Tunggal Sakti, membayar upah proses penyelesaian perselisihan pemutusan hubungan kerja selama 12 bulan upah.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Bintang selaku Ketua Majelis Hakim, sidang dalam perkara yang teregister dengan Perkara Nomor 39/Pdt.Sus-PHI/2020/PN.Jkt.Pst itu, akan kembali dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang akan diajukan oleh Kristin.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of