Jumat, 5 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
487

Pabrik Kapas Digugat Karena Berhentikan Pekerja Tanpa Putusan Pidana

Jakarta, BuruhOnline.com – Tak terima diakhiri hubungan kerjanya secara sepihak sejak 29 Agustus 2019, Roy Sahata T Manurung menggugat PT. Taruna Kusuma Purinusa untuk membayar uang kompensasi pesangon. Sebab menurutnya, alasan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan Perusahaan tidak disertai dengan adanya bukti putusan pengadilan pidana yang menyatakan dirinya telah melakukan kesalahan berat.

“Ya mungkin ada-lah kesalahan saya. Menurut mereka itu kesalahan berat. Tapi-kan kalau kesalahan berat harus ada hakim yang memutuskannya,” tutur Roy, Rabu (15/4/2020) usai menghadiri gelaran persidangan perdananya di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang beragendakan pemeriksaan identitas para pihak.

Ia juga mengaku tidak puas dengan anjuran Dinas Tenaga Kerja Kota Jakarta Barat, yang hanya menganjurkan Perusahaan produsen kapas itu, untuk membayar uang pisah. “Mereka harus membayar uang tanda terima kasih aja gitu. Saya gak bisa dong, saya dipecat secara sepihak, saya nuntut pesangon,” ujarnya.

Dalam surat gugatan yang didaftarkan Roy pada 16 Maret lalu itu, ia meminta kepada Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim M. Djoenanidie, untuk menetapkan besaran uang pesangon, penghargaan masa kerja dan penggantian hak, atas dedikasinya selama bekerja hampir 17 tahun lebih itu. Tak hanya itu, Roy juga menuntut upah selama dirinya tidak lagi dipekerjakan.

Karena pihak PT. Taruna Kusuma Purinusa belum menghadiri panggilan sidang, akhirnya persidangan kembali ditunda hingga pekan depan setelah ditunda akibat Pandemi Covid-19. “Jadi mereka (pengadilan) akan panggil Tergugat (lagi),” tandas Roy.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of