Sabtu, 6 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
342

Pekerja & Perusahaan Saling Gugat, Ne Bis in Idem atau Diputus Berbeda?

Jakarta, BuruhOnline.com – Meskipun saling gugat, sidang pemeriksaan perkara pemutusan hubungan kerja yang diajukan oleh Wahyuningsih dan PT. CGS CIMB Sekuritas Indonesia, tetap digelar secara terpisah oleh Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ningsih yang pertama kali mendaftarkan gugatannya pada 6 Januari 2020 lalu itu, merasa ada niat terselubung dari tindakan Perusahaan yang sedang berupaya mengulur-ulur waktu, dengan cara tidak hadir secara bergantian.

Usai menghadiri sidang yang beragendakan penyerahan bukti tambahan dari pihaknya, Rabu (15/4/2020), Ningsih heran dengan pemeriksaan dalam perkara yang didaftarkan oleh Perusahaan. Perkara tersebut, kini tengah memasuki tahap mendengarkan keterangan saksi dan PT. CGS CIMB Sekuritas Indonesia selalu menghadiri persidangan. “Begitu mendekati jam satu tadi, mereka (Perusahaan) menjawab kemungkinan tidak hadir karena PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar-red),” tutur Ningsih.

Padahal, pihak Perusahaan sudah pernah ditegur oleh Hakim M. Djoenanidie yang memimpin persidangan. “Bahkan Majelis pernah bilang, kamu-kan banyak, minimal ada satu yang mewakili,” ujar Ningsih menirukan himbauan Majelis Hakim pada persidangan sebelumnya. Dengan situasi tersebut, Pengadilan akan terlebih dahulu memutus perkara yang didaftarkan PT. CGS CIMB Sekuritas Indonesia.

Sedangkan tuntutan yang diajukan oleh Perusahaan, hanya meminta Majelis Hakim untuk menetapkan besaran uang pesangon Ningsih sebesar dua kali ketentuan undang-undang. Di pihak lain, Ningsih tidak hanya menggugat pembayaran pesangon, tetapi juga PT. CGS CIMB Sekuritas Indonesia diwajibkan membayar kekurangan upah, tunjangan hari raya dan selisih jaminan hari tua sejak tahun 2013, serta komisi dan pengembalian pemotongan upah.

Apabila Pengadilan memutus terlebih dahulu perkara yang diajukan oleh Perusahaan, maka gugatan yang diajukan oleh Ningsih dapat diputus dengan amar putusan yang berbeda atau dapat juga diputus ‘ne bis in idem’, akibat telah adanya putusan pada perkara yang sama. Mungkinkah?

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Barkah Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Barkah
Guest
Barkah

Mungkin saja.