Jumat, 5 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
354

Perusahaan Tak Pernah Hadiri Sidang, Hakim Segera Vonis MARS

Jakarta, BuruhOnline.com – Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, telah memberi kesempatan sebanyak empat kali kepada PT. MARS Indonesia, untuk membantah gugatan Zuhdi Tantowi dan kawan-kawan (17 orang). Namun kesempatan tersebut, tidak dipergunakan Perusahaan. Sehingga Hakim M. Djoenanidie yang memimpin persidangan, melanjutkan persidangan dengan memeriksa bukti-bukti surat yang diajukan oleh Zuhdi dan kawan-kawan.

Kuasa hukum Zuhdi, Haris Isbandi mengaku telah menyerahkan 36 bukti surat dalam sidang yang digelar, Rabu (15/4/2020) di ruang sidang Oemar Seno Adji 2, gedung PHI Jakarta Pusat. Haris ingin membuktikan Zuhdi dan kawan-kawan merupakan Pekerja PT. MARS Indonesia, yakni diantaranya kartu pengenal, slip gaji, dan surat keterangan para Pekerja.

“Ada tiga puluh enam bukti,” ujar Haris. Selain itu, ia juga sudah menyerahkan Nota Penetapan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan, yang membuktikan adanya kekurangan upah. Menurutnya, sidang ditunda hingga dua pekan yang akan datang, dengan agenda penyerahan kesimpulan.

Dengan alasan pailit dan tak ada lagi aktifitas, PT. MARS Indonesia tidak lagi dapat membayar upah sejak Desember 2018 lalu. Atas keadaan tersebut, Zuhdi melalui PHI Jakarta Pusat, mengajukan gugatan pemutusan hubungan kerja dengan tuntutan uang pesangon senilai Rp5,6 miliar.

Dinas Tenaga Kerja telah menyarankan agar Perusahaan membayarkan upah yang belum diberikan, dan uang kompensasi pesangon. Penghentian operasional Perusahaan, dikarenakan adanya keinginan peralihan kegiatan bisnis. Namun para Pekerja menyayangkan, tindakan Perusahaan yang sudah tidak lagi membayarkan hak-hak mereka.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of