Jumat, 5 Juni 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
282

Setelah 11 Tahun Bekerja di-PHK, Petugas Parkir Plaza Mangga Dua Menggugat

Jakarta, BuruhOnline.com – Setelah mengabdi hampir selama sebelas tahun, Selvy Andriana tak terima dengan perlakuan PT. Prima Harkat Sejahtera yang telah memberhentikannya secara sepihak, tanpa pemberian uang kompensasi pemutusan hubungan kerja dalam bentuk apapun. Menurut Imam Rusmana selaku kuasa hukumnya, menjelaskan alasan pemberhentian Selvy karena sudah tidak dapat lagi memenuhi kewajiban bekerjanya akibat menderita sakit. Padahal, kata Imam, Selvy telah bekerja sebagai kasir parkir sejak tahun 2007.

“Pada tahun 2018, itu mendapatkan surat PHK dari pihak Perusahaan dengan alasan bahwa yang bersangkutan itu karena sakit tidak memenuhi persyaratan untuk melaksanakan pekerjaannya sebagai karyawan di Perusahaan tersebut,” terang Imam, Senin (20/4/2020) seusai dirinya menghadiri persidangan yang digelar Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dikatakan Imam, sejak pihaknya mengajukan ajakan musyawarah bahkan hingga sidang mediasi di Dinas Tenaga Kerja, PT. Prima Harkat Sejahtera tidak pernah menghadirinya. Sehingga Disnaker menerbitkan anjuran yang menetapkan besaran uang pesangon Selvy beserta hak-hak lainnya, agar segera dibayarkan oleh pihak Perusahaan.

“Ada kewajiban dari pihak Perusahaan untuk memberikan hak pesangon, kurang lebih sebesar sembilan puluh sekian juta-lah pada si Pekerja,” ujar Imam. Akan tetapi, anjuran Disnaker tersebut juga diabaikan oleh Perusahaan pengelola parkir di Pusat Perbelanjaan Plaza Mangga Dua, Jakarta itu.

Karena Perusahaan tak juga membayarkan uang kompensasi pesangon yang telah ditetapkan oleh Disnaker, akhirnya Selvy memutuskan untuk mengajukan gugatan perselisihan pemutusan hubungan kerja PHI Jakarta Pusat. Dalam surat gugatan yang didaftarkan pada 27 Februari 2020 lalu itu, Selvy meminta Pengadilan untuk menghukum PT. Prima Harkat Sejahtera membayar uang kompensasi pesangon dan upah proses.

“Kita yang jelas, agar hak-hak si Pekerja ini diberikan oleh pihak Perusahaan. Pesangonnya, terus THR-nya karena tidak pernah diberikan dari tahun 2018,” tandas Imam. Ia juga berharap, PT. Prima Harkat Sejahtera dapat hadir dalam persidangan yang sudah digelar sebanyak tiga kali itu. “Tadi disampaikan sama Majelis Hakim, bahwa yang bersangkutan (PT. Prima Harkat Sejahtera) tidak hadir juga dan kemungkinan ditunda untuk kesempatan terakhir,” tambahnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of