Kamis, 19 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
77

Berhenti Bekerja, Iksan Pilih Berdagang Mie Ayam Bakar

Keluar dari zona nyaman, itulah sebaris kata yang pasti sulit dilakukan oleh setiap orang. Tetapi tidak untuk Iksan, mantan buruh PT. Handsome Subang ini rela meninggalkan pekerjaan yang telah digelutinya selama 14 tahun, hanya untuk berdagang mie ayam bakar.

Bernama lengkap Iksan Nuryana (36), putra asli Subang, Jawa Barat ini memilih usaha kuliner sebagai modal untuk menafkahi keempat anaknya. Sebuah usaha yang berbeda dengan bidang yang ditekuninya, yaitu sebagai asisten manager pada bidang teknik. Namun baginya, perbedaan itu menjadi tantangan baru bagi hidupnya.

Bermodalkan uang pisah yang diberikan oleh Handsome, Iksan sudah memiliki gerobak dan peralatan memasak mie ayam bakar, hingga sewa tempat di Dusun Purwajaya, Desa Parapatan, Purwadadi, Subang. Hal tersebut dilakukannya, untuk mengantisipasi dunia usaha seperti industri garmen yang mulai berpindah lokasi dari Subang mencari daerah yang upah minimumnya kecil.

Dalam sehari, Iksan mengaku mampu menjual lebih dari 70 mangkok. Ia juga menunturkan, mie yang dijualnya itu dibuat langsung olehnya, bukan membeli yang sudah siap masak. Dengan dibantu oleh dua orang temannya yang juga mantan buruh pabrik gula, penyajian mie terlebih dahulu direbus selama 1-2 menit lalu diletakkan diatas daun pisang, dan kemudian dibakar.

Sesuai dengan namanya, tentu mie ayam yang dibandrol dengan harga Rp13 ribu itu, tidak berkuah. Tetapi tetap diberi sayuran dan potongan daging ayam. Bahkan untuk memanjakan konsumennya, Iksan juga menyediakan fasilitas jaringan wi-fi gratis.

 

Simak selengkapnya dalam Program Buruh Menyapa di Berita Mingguan BuruhOnlineTV#LEMBURAN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *