Rabu, 29 Januari 2020 | Saatnya Buruh Cerdas

Bagaimana Cara Menuntut Upah Lembur?

Konsultasi KetenagakerjaanKatagori: QuestionsBagaimana Cara Menuntut Upah Lembur?
Hamzah asked 3 minggu ago

mohon penjelasan nya, saya adalah staf administrasi di salah satu perusahaan swasta, dimana didalam PKWTT diperjanjikan bahwa waktu kerja saya adalah 5 hari dalam 1 minggu dan jam kerja saya adalah 8 jam dalam satu hari.

bagaimana apa bila perusahaan telah memerintahkan saya untuk melakukan pekerjaan lebih dari 8 jam dalam satu hari dan mempekerjakan saya pada hari istirahat tetapi perusahaan SAMA SEKALI tidak membayar upah kerja lembur.

kalau saya membaca pasal 78 ayat (2) dan pasal 85 ayat (3) UU 13/2003 ketenagakerjaan, perusahaan wajib untuk membayar upah kerja lembur kepada saya, lebih lanjut  pasal 187 menjelaskan bahwa apabila pengusaha tidak melakukan pembayaran upah kerja lembur hal tersebut merupakan tindakan pidana

se dari pada pasal2 tersebut saya juga membaca ketentuan pasal 13, 14, 15 Keputusan Menteri tenaga kerja Nomor kep 102/men/VI/2004 tentang waktu kerja lembur dan upah kerja lembur, pada intinya menjelaskan :

“apabila terjadi PERBEDAAN PERHITUNGAN upah kerja lembur maka yang berwenang untuk menetapkan besaran upah kerja lembur adalah pengawas ketenagakerjaan”

pertanyaan saya adalah, abila perusahaan “SAMA SEKALI” tidak membayar upah lembur (bukan KURANG pembayaran) apakah saya harus mengajukan permohonan perhitungan kepada Pengawas Ketenaga kerjaan atau saya dapat langsung menjalankan peroses perselsihan hak (sebagaimana diatur dalam UU Nomor 2/2004, mulai dari bipartit, triparti dan gugatan PHI) atau justru seharusnya saya mengajukan laporan pidana kepihak kepolisian?

mohon penjelasannya.

terimakasih

1 Answers
adminbo Staff answered 3 minggu ago

Pembaca BuruhOnline yang baik,
Pada paparan anda, sudah sangat baik memahami aturan ketenagakerjaan, khususnya mengenai upah lembur. Akan tetapi, anda dihadapkan pada tiga alur penyelesaian untuk mendapatkan hak anda. Dalam tataran praktek yang sering kami jumpai, permasalahan anda tersebut sebaiknya dilaporkan ke Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan untuk ditetapkan terlebih dahulu besaran upah lembur yang harus anda terima (Nota Penetapan). Setelah itu, anda bisa melanjutkan tahapannya dengan upaya perselisihan hak melalui mekanisme Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 atau melaporkannya secara pidana.
Demikian, semoga bermanfaat.