Type to search

Berita

MA Anulir Putusan Bekerja Kembali, SP3 Dianggap Cukup Jadi Alasan PHK

Share

Pekerja hanya dapat diputuskan hubungan kerjanya, apabila masih melakukan pelanggaran disiplin setelah diberikan surat peringatan ketiga.

Ilustrasi. (foto: nasional.tempo.co)

Jakarta | Hakim Agung Ibrahim mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan oleh PT. Tozen Mechanical Products, dan menyatakan putus hubungan kerja dengan Parman. “Mengadili sendiri. 1. Mengabulkan gugatan Penggugat sebagian; 2. Menyatakan putus hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat,” ujar Ibrahim saat membacakan Putusan No. 46 K/Pdt.Sus-PHI/2018, Kamis (8/2/2018) lalu.

Dalam pertimbangan hukumnya, Ibrahim menilai Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang, telah salah dalam menerapkan hukum. Sebab, keinginan PT. Tozen yang sudah tidak lagi menginginkan adanya hubungan kerja dengan Parman, haruslah dapat menjadi alasan pemutusan hubungan kerja.

“Bahwa judex facti tidak mempertimbangkan alinea ketiga Penjelasan Umum Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004, yang pada pokoknya apabila salah satu pihak tidak menginginkan lagi hubungan kerja berlanjut, maka dapat diputus hubungan kerjanya,” ujar Ibrahim mengemukakan alas dan fakta hukum yang dijadikan dasar menganulir Putusan PHI Serang No. 82/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Srg bertanggal 28 Agustus 2017.

Lebih lanjut, ia menegaskan, tindakan PT. Tozen yang telah memberikan surat peringatan ketiga, bukanlah termasuk sebagai alasan pemutusan hubungan kerja yang dilarang, sebagaimana yang dimaksud Pasal 153 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. “Oleh karena dalam putusan judex facti dipekerjakan kembali, dan Penggugat telah menerima surat peringatan ketiga, maka patut dan adil hubungan kerja diputus dengan memperoleh satu kali uang pesangon,” lanjutnya.

Dalam Penjelasan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, dinyatakan: Apabila dalam kurun waktu peringatan ketiga pekerja/buruh kembali melakukan pelanggaran perjanjian kerja atau peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama, maka pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja.

Atas pertimbangan tersebut, MA membatalkan Putusan PHI yang memerintahkan PT. Tozen Mechanical Products untuk mempekerjakan kembali Parman. Dan menetapkan besaran uang kompensasi pesangon yang harus diterima Parman dengan masa kerja 3 tahun 11 bulan, adalah sebesar Rp22,4 juta. Adilkah? (Hak)

Hits: 2

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Up