Type to search

Berita

Pecahkan Kaca Akibat Lalai Bekerja, MA: Pekerja Tak Wajib Ganti Rugi

Share

Dalam banyak praktek hubungan kerja, rusaknya segala barang milik Perusahaan akibat kelalaian Pekerja dalam bekerja, maka selain diberikan pembinaan juga diwajibkan untuk mengganti rugi.

Ilustrasi. (gambar: intisari-online.com)

Jakarta | Dengan merujuk pada Pasal 1367 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Majelis Hakim pada Mahkamah Agung (MA), menyatakan M Abdul Maksum tidak dapat dibebankan untuk membayar ganti rugi atas pecahnya 140 lembar kaca senilai Rp10,3 juta kepada PT. Multi Sumber Makmur.

Dalam Putusan bernomor 45 K/Pdt.Sus-PHI/2018, Ketua Majelis Hakim Ibrahim menganulir Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Tanjungkarang No. 21/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.Tjk bertanggal 30 Agustus 2017, yang telah menghukum Maksum membayar ganti rugi sebesar Rp5 juta kepada PT. Multi Sumber Makmur.

Ibrahim menyatakan, kerugian yang dialami oleh Perusahaan akibat kelalaian Pekerja haruslah menjadi tanggung jawab majikan. Sehingga permintaan PT. Multi Sumber Makmur yang meminta agar Maksum dihukum untuk mengganti rugi barang milik Perusahaan, haruslah ditolak.

“Bahwa gugatan dalam rekonpensi ditolak karena sesuai ketentuan Pasal 1367 KUHPerdata kerugian akibat kelalaian pekerja menjadi tanggung jawab majikan,” ujar Ibrahim, Rabu (28/2/2018).

Selain gugatan ganti rugi, Maksum juga digugat untuk membayar kerugian imateriil sebesar Rp100 juta. Namun PHI hanya menghukum Maksum membayar ganti rugi sebesar Rp5 juta, dan menyatakan hubungan kerja dengan PT. Multi putus yang harus disertai dengan pembayaran uang kompensasi pesangon dan upah selama tidak lagi dipekerjakan sebesar Rp29,2 juta. (Hak)

Hits: 3

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *