Rabu, 23 Oktober 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
207

Bupati Teken Rekomendasi UMSK, Buruh Bogor Tetap Demo

Ilustrasi.

Tuntut penetapan besaran Upah Minimum Sektoral (UMS) Kabupaten Bogor, lima ribuan buruh kepung Kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Sebelum membubarkan diri, massa aksi buruh menyatakan akan kembali mendatangi Pemkab Bogor hingga tiga hari kedepan, dengan massa yang lebih banyak lagi. Mereka mendesak perundingan besaran UMSK kembali digelar, setelah gagal mencapai kesepakatan pada beberapa waktu lalu.

Sebanyak lima ribu buruh berdatangan secara bertahap dan berkumpul tepat di depan gerbang pintu masuk Pemkab Bogor, Senin (7/1) siang tadi. Informasi yang berhasil dihimpun oleh buruhonline.com, rencananya demo buruh dalam menuntut UMSK itu akan berlangsung selama tiga hari, sejak Senin hingga Rabu pekan ini.

Para buruh menyebut, massa aksi hingga hari Rabu akan terus bertambah hingga 150 ribuan buruh. Tak ayal, untuk mengamankan jalannya demonstrasi, ratusan Satuan Polisi Pamongpraja disiagakan di dalam lingkungan Pemkab. Juga terpantau ada lebih dari delapan unit truk polisi yang terparkir, termasuk satu unit water canon dalam pengamanan aksi tersebut.

Padahal, Bupati Ade Yasin dikabarkan telah menanda-tangani rekomendasi kenaikan besaran UMSK Bogor tahun 2019, yaitu sebesar 8,03% dari besaran upah sektoral yang diberlakukan pada tahun 2018. Dalam surat rekomendasi bernomor 561/60-Disnaker/I/2019 itu, disebutkan, bahwa besaran kenaikan tersebut adalah berdasarkan hasil audensi dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor pada 26 Desember 2018 lalu, antara Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serikat pekerja/serikat buruh dan Pemerintah (Dinas Tenaga Kerja).

Ade Yasin juga menilai, besaran kenaikan UMSK 2019 sebesar 8,03%  itu, ditetapkannya setelah mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi, serta dalam rangka untuk menjaga kondusifitas daerah. (Hak)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of