Type to search

Buruh Migran

Pemerintah Selidiki Kerja Paksa 300 Mahasiswa Sebagai Buruh di Taiwan

Share

Kementerian Ketenagakerjaan mencurigai adanya keterlibatan agen pengiriman tenaga kerja yang memanfaatkan kerja sama antara Pemerintah dengan sejumlah universitas di Taiwan.

Sebanyak 300 mahasiswa Indonesia, dilaporkan telah bekerja sebagai buruh pengemasan lensa kotak di Taiwan. Informasi tersebut, diketahui oleh Kementerian Ketenagakerjaan setelah mendapatkan laporan dari Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taiwan. Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dahikiri, telah mengecek langsung kebenaran laporan tersebut.

Ia mencurigai adanya keterlibatan agen penyalur tenaga kerja domestik dalam kasus tersebut. Hal itu diungkapkan Hanif kepada para wartawan saat mengunjungi Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Chevest Kota Bekasi, Senin (7/1) kemarin.

“Ini harus dipidanakan karena dapat dikatakan penipuan. Ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan kerja sama antara Pemerintah dengan sejumlah universitas di Taiwan,” ujar Hanif. Dirinya telah berkoordinasi dengan instansi terkait, guna memastikan kemungkinan dipulangkan atau tidak ratusan mahasiswa tersebut.

Akibat adanya kasus itu, Pemerintah menghentikan sementara perekrutan dan pengiriman mahasiswa melalui skema kuliah-magang ke Taiwan. Sebab, sebelumnya media lokal di Taiwan juga sudah memberitakan adanya 300 mahasiswa asal Indonesia yang dipaksa bekerja selama 40 jam dalam seminggu.

Mereka hanya diperbolehkan mengikuti kelas perkuliahan selama dua hari dalam sepekan, lalu bekerja selama 10 jam dalam empat hari berikutnya. Bahkan, para mahasiswa yang rata-rata beragama Islam tersebut, dikabarkan diberi makan yang mengandung babi selama bekerja di pabrik. (Hak)

Hits: 6

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Up