Jumat, 13 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
232

Jika Tuntutan Lima Satpam Dikabulkan, Bangunan Sunter Mall Akan Disita

Berdalih Pekerja kontrak, Pengelola Sunter Mall memberhentikan secara sepihak lima Pekerjanya yang ditempatkan sebagai Satuan Pengamanan.

Tak terima diputuskan hubungan kerjanya secara sepihak, Maulana Malik, Paryono, Gunawan, Isomudin dan Yopi Lawalata menuntut PT. Siola Sandi Mas selaku Pengelola Sunter Mall ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Kelima Pekerja yang telah bekerja antara 4-7 tahun itu, menuntut pembayaran uang pesangon sejumlah 354,8 juta.

Menurut kuasa hukum Pekerja, Robinson Sirait dan Mahmud Permana menceritakan awal mereka bekerja dipekerjakan sebagai Satpam dengan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak). Namun setelah bekerja lebih dari tiga tahun, kelimanya tidak diangkat sebagai Pekerja tetap. “Harusnya jadi karyawan tetap,” ujar Mahmud, Senin (6/5) kemarin.

Sebelum diajukan gugatan Robinson juga mengatakan telah ada anjuran dari Dinas Tenaga Kerja. “Anjurannya harus bayar pesangon dua kali peraturan,” tegasnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa ia setuju dengan isi anjuran. Namun karena Perusahaan tidak juga membayarkan hak kelima Pekerja, dan anjuran tidak memiliki kekuatan hukum maka upaya selanjutnya yang ditempuh adalah melalui Pengadilan.

Tak hanya pesangon, kelima Pekerja menuntut pembayaran upah selama proses pemutusan hubungan kerja sepihak sejak Juni 2018 hingga Juni 2019, yang jumlahnya sebesar Rp259,6 juta. Dan juga meminta agar PHI Jakarta Pusat menyatakan tiga mobil yang diduga milik Perusahaan, untuk diletakkan sita jaminan. Tak hanya itu, bangunan mall yang terletak di Jl. Danau Sunter Utara, Jakarta Utara, juga diminta untuk dinyatakan sebagai obyek sita.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of