Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
399

Diberhentikan Tanpa Surat Peringatan, Sales Advertising Menggugat

Jakarta, Buruh-Online.com – Haryanti Losiana mengaku tak terima diberhentikan secara sepihak, tanpa terlebih dahulu diberikan Surat Peringatan. Dirinya menyanggah jika dikatakan tidak berkinerja baik. Sebab setelah ia bergabung dengan PT. Target Media Indonesia bulan September 2017 yang lalu, Perusahaan tersebut akhirnya memenangkan tender.

“Pada saat saya masuk Perusahaan tersebut, jika menang tender, Perusahaan bilang saya akan mendapatkan komisi,” ujar Yanti, Kamis (11/7/2019) usai menghadiri persidangan yang digelar Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Justru, lanjut Yanti, Perusahaan urung memberikannya komisi yang sudah tertera di slip upah pada bulan Oktober 2018.

Ketika ia pertanyakan atas alasan belum dibayarkan komisinya, Perusahaan menyuruhnya mengundurkan diri dengan menandatangani surat pernyataan sepihak, akibat kinerjanya jelek. Yanti yang merupakan sales pada Perusahaan advertising mengelak, karena selama ini PT. Target Media Indonesia tidak pernah memberikannya peringatan. “Jika saya berkinerja jelek, seharusnya Perusahaan memberikan saya SP-1, SP-2, SP-3,” tegasnya.

Terhadap permasalahan tersebut, Yanti telah meminta Dinas Tenaga Kerja untuk melakukan mediasi. Namun hingga diterbitkannya anjuran, Perusahaan tidak bersedia membayar hak-hak yang ia minta. Dalam surat gugatannya, Yanti menuntut PT. Target Media Indonesia membayar komisi yang seharusnya diberikan Perusahaan, yakni sebesar Rp48,6 juta.

Selain itu, Yanti juga meminta Majelis Hakim menghukum Perusahaan membayar uang pesangon sebagai kompensasi pemutusan hubungan kerja dirinya, serta upah selama tidak mempekerjakan dirinya pada bulan Desember 2018 dan Januari 2019. Pada persidangan perdana yang dipimpin oleh Hakim Yuzaida itu, Pihak Perusahaan tidak hadir dan diagendakan untuk sidang pembacaan gugatan pada pekan depan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of