Kamis, 18 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
16

Enam Tahun Dikontrak, PT. Asia Outsourcing Dianggap Langgar Undang-Undang

Jakarta, Buruh-Online.com – James Erikson Tamba selaku kuasa hukum Jauria MRP Sihombing menghimbau PT. Asia Outsourcing Services, untuk segera membayar upah Jauria selama tidak dipekerjakan sejak Nopember 2018. Menurut James, pemberhentian secara sepihak dan tidak dibayarnya upah Jauria merupakan bentuk iktikad tidak baik.

“Kami himbau kepada PT. Asia Outsourcing, segera membayar upah Pak Jauria karena itu hak Pak Jauria yang memiliki anak dan istri perlu dibiayai,” ujar James seusai menghadiri persidangan yang digelar di ruang Kusuma Atmadja 4, Gedung Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2019).

Jauria yang juga turut hadir dalam persidangan, mengatakan agar Perusahaan mempertimbangkan kinerjanya yang selama ini sudah bekerja hampir enam tahun sejak Oktober 2013. “Jika Perusahaan ini melihat kinerja, yang saya adalah seorang supervisor dengan membawahi sepuluh agen telah menghasilkan pendapatan dengan selisih empat miliar dari tim yang lain,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, selama bekerja belum pernah mendapatkan surat peringatan. Bahkan, tutur Jauria, dirinya memiliki bukti hasil kinerja di tahun 2016-2018, yang menjelaskan dirinya melebihi target hingga 156%, dengan keuntungan yang diperoleh Perusahaan mencapai ratusan juta rupiah dalam sebulan. “Tapi hasil kinerja kita tidak dihargai,” terang Jauria.

Dalam surat gugatannya yang diregister dengan Perkara Nomor 195/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst itu, Jauria meminta kepada Majelis Hakim PHI Jakarta Pusat, untuk menghukum PT. Asia Outsourcing membayar uang kompensasi pengakhiran hubungan kerja yang dilakukannya secara sepihak, dan upah selama tidak dipekerjakan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of