Senin, 26 Agustus 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
186

Kabulkan Eksepsi, PHI Jakarta Pusat Tak Berwenang Adili Kasus Pensiun Pekerja Pelindo

Jakarta, Buruh-Online.com – Eksepsi PT. Pelabuhan Indonesia II Persero, yang meminta agar Majelis Hakim menyatakan tidak berwenang mengadili, dikabulkan. “Menyatakan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, tidak berwenang untuk memeriksa, mengadili dan memutus perkara yang diajukan para Penggugat,” ujar Hakim Yuzaida membacakan amar putusan dalam perkara perselisihan hak yang diajukan oleh Mimbar Tjahyono dan kawan-kawan (125 orang).

Ditemui usai persidangan, kuasa hukum Tjahyono, Rinto Sitorus mengatakan, dengan telah dibacakannya putusan tersebut, maka pihaknya akan mempertimbangkan untuk mengajukan kasasi atau mengajukan gugatan di PHI daerah. Sebab menurutnya, PHI Jakarta Pusat menganggap dirinya tidak berwenang mengadili akibat hukum dari adanya hubungan kerja yang tempat pekerja/buruhnya bekerja di luar Jakarta.

“Ada sekitar 49 orang yang bekerja di daerah, yang seharusnya mengajukan (gugatan) di daerah tempat ia bekerja. Tapi Majelis Hakim melupakan kalau ada saksi yang menerangkan segala kewenangan diatur di Pusat,” ujar Sitorus. Lebih lanjut ia menegaskan, seharusnya Hakim mempertimbangkan keterangan yang pihaknya ajukan.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Sitorus telah menghadirkan dua orang saksi, yakni H. Kirnoto dan H. Lukino. Keduanya yang merupakan mantan Ketua Umum dan Sekretaris Umum Serikat Pekerja Pelindo Periode 2012-2015. Dalam keterangannya, kedua saksi menceritakan rangkaian perundingan penyusunan perjanjian kerja bersama Periode 2011-2013. Dikatakan Sitorus, Perusahaan diangap melakukan tindakan diskriminatif, dengan tidak menjalankan Perjanjian Kerja Bersama sepenuhnya.

PT. Pelindo dinilai tidak bersedia membayarkan uang penghargaan masa bakti kepada Tjahyono yang mengalami pengakhiran hubungan kerja karena pensiun pada tahun 2012. Sedangkan bagi Pekerja yang pensiun pada tahun 2013, di berikan uang penghargaan masa bakti. Atas hal itulah, Tjahyono kemudian menggugat Pelindo sebesar Rp22,4 miliar.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of