Senin, 22 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
31

Tendang Plang Parkir, Diberhentikan

Bandung, Buruh-Online.com – Sejak Februari 2018, Adi Saputra Ari Wibawa diberhentikan secara sepihak oleh PT. Sarana Unggul Pratama. Pasalnya, Adi dianggap melakukan kesalahan berat. Adi melalui kuasa hukumnya, Rudol menyangkal tuduhan tersebut. Sebab, pemutusan hubungan kerja dengan alasan kesalahan berat dalam Pasal 158 Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, sudah tidak lagi dapat dijadikan alas hukum sesuai dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 12/PUU-I/2003.

Lagipula, Rudol menilai, tindakan Adi yang secara spontan menendang plang parkir tidaklah dapat dikualifikasikan sebagai kesalahan berat. “Sampai saat ini keinginan dari principal (Adi) masih meminta bekerja kembali,” ujar Rudol seusai menghadiri persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Senin (8/7/2019).

Dalam sidang yang beragendakan pemeriksaan bukti surat tersebut, Rudol mengaku telah menyampaikan bukti tertulis diantaranya anjuran Dinas Tenaga Kerja, bukti kepengurusan di serikat pekerja, slip gaji, kartu pengenal karyawan, surat pengangkatan dan beberapa bukti lainnya. Pihaknya juga berencana akan menghadirkan dua orang saksi yang mengetahui peristiwa adanya tindakan Adi yang menendang plang parkir.

Adi dalam surat gugatannya yang diregister dengan Perkara Nomor 132/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Bdg itu, meminta kepada Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Waspin Simbolon, untuk menyatakan surat keputusan pemberhentian Adi tidak sah. Sehingga PT. Sarana diminta agar mempekerjakan kembali pada posisi dan jabatan semula. Selain itu, Adi juga menuntut pembayaran upah selama tidak dipekerjakan sejak Februari 2018 hingga Mei 2019, dan tunjangan hari raya yang seluruhnya sebesar Rp100 jutaan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of