Senin, 26 Agustus 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
154

Tidak Ada Putusan Pengadilan Niaga Mengaku Pailit, Jurus ‘Ogah’ Bayar Pesangon

Bandung, Buruh-Online.com – Riyan Imawansyah menduga alasan PT. Matahari Sentosa Jaya dan PT. Zonghan dalam memutuskan hubungan kerja Memed dan kawan-kawan (45 orang), mengada-ada. Pasalnya, jika keduanya mengalami pailit, belum ada putusan pailit dari Pengadilan Niaga. Demikian juga dikatakan force majeur, keadaan hukum seperti apa yang membuktikan Perusahaan sedang mengalami kesulitan.

Dengan tindakan Perusahaan yang tidak lagi mempekerjakan Memed dan kawan-kawan, akhirnya Irmawansyah mengajukan gugatan pemutusan hubungan kerja ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung. Dalam surat gugatannya, Memed menuntut pembayaran uang pesangon, penghargaan masa kerja, penggantian hak, upah selama tidak dipekerjakan, tunjangan hari raya, iuran jaminan sosial serta upah lembur, yang seluruhnya sebesar Rp6,1 miliar.

“Katanya pailit. Kalau Perusahaan pailit-kan harus ada bukti kepailitan dari Pengadilan Niaga. Kalau dia force majeur, harusnya ada hasil pemeriksaan dari akuntan publik. Ini juga tidak ada,” tegas Imawansyah, Senin (5/8/2019) usai menghadiri persidangan yang beragendakan pemeriksaan identitas oleh Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Wasdi Permana.

Ditambahkannya, masa kerja Memed dan kawan-kawan sudah ada yang lima belas hingga dua puluh tahun sebagai pekerja tetap. Imawansyah juga mengaku, telah berupaya menyelesaikan perselisihan pemutusan hubungan kerja tersebut melalui Dinas Tenaga Kerja, namun tidak mencapai perdamaian sehingga dilanjutkan ke PHI Bandung.

“Keinginannya ya dibayarkan saja hak-hak Pekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan jika ada niat baik Perusahaan untuk berunding, kita terbuka,” tegas Imawansyah.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of