Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
111

Cuti Berubah Jadi Mengundurkan Diri, Begini Ceritanya

Jakarta, BuruhOnline.com – Dewi Minarni sebagai pekerja pertama yang bekerja sejak tahun 2004 di CV. Bariel and Co, tak pernah menyangka jika ia akhirnya diberhentikan dengan alasan telah dianggap mengundurkan diri. Lantaran permohonan cuti yang disampaikan kepada atasannya melalui surat elektronik, justru tidak dipertimbangkan dan malah dianggap mangkir.

Tak hanya itu, Bariel juga menerbitkan surat yang ditujukan kepada seluruh karyawan, mengenai statusnya yang telah dinyatakan mengundurkan diri sejak 3 Januari 2019. Bahkan, Dewi baru mengetahui, bahwa besaran upah yang ia terima sebesar Rp22 juta perbulan, hanya dilaporkan kurang dari Rp4 juta ke Direktorat Jenderal Pajak.

“Saat mediasi, pihak pengusaha itu membantah membayar upah penggugat dua puluh dua juta. Mereka bilang upahnya hanya tiga juta sekian dengan bukti setoran pajak dari perusahaan. Nah itu akan kita laporkan,” ujar Odie Hudiyanto selaku kuasa hukum Dewi Minarni, usai menghadiri persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/9/2019).

Odie menceritakan asal muasal kejadian yang menyebabkan Dewi dianggap mangkir, yakni jelang tahun baru 2019. Kala itu, Dewi mengajukan permohonan cuti kepada atasannya untuk keluar kota. Karena sudah rutin tiap tahun, maka atasannya memberikan ijin. Tetapi setelah Dewi berada di luar kota, Perusahaan melakukan pemanggilan bekerja dan dianggap mengundurkan diri.

Dalam surat gugatannya, Dewi meminta Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Taryan Setiyawan, untuk memerintahkan CV. Bariel and Co mempekerjakannya kembali. Dan apabila tidak dilaksanakan, Dewi menuntut agar Perusahaan dihukum membayar uang paksa (dwangsom) yang besarnya Rp3 juta perhari.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of