Rabu, 11 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
467

Kabul Sebagian, Pengadilan Vonis Tempat Karaoke Bayar Dwangsom Rp250 Ribu/Hari

Jakarta, BuruhOnline.com – Dalam amar putusan yang dibacakan oleh Hakim Taryan Setiyawan, PT. Irama Java Indah selaku badan usaha dari tempat karaoke dihukum untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp250 ribu perhari, apabila tidak bersedia menjalankan putusan mempekerjakan kembali Mujaini yang telah berkekuatan hukum tetap.

Sebab, Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat berpendapat, hubungan kerja antara Mujaini dengan Perusahaan masih dapat dipertahankan dan belum dinyatakan terputus. Sehingga, PT. Irama Java Indah juga dihukum untuk membayar upah Mujaini selama proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial sebesar enam bulan.

Terhadap putusan tersebut, Mujaini mengaku puas dan berterima kasih atas pendampingan yang selama ini dilakukan oleh Timotius Simbolon dan Gery selaku kuasa hukum dalam persidangan di PHI Jakarta Pusat. “Dengan putusan Majelis Hakim, saya menyatakan itulah putusan yang fair,” ujar Mujaini, Senin (9/9/2019).

Seperti telah pernah diberitakan, Mujaini menyanggah alasan pemberhentian secara sepihak yang dilakukan oleh PT. Irama Java Indah. Sebab, menurut pengakuannya, selama ini dirinya menjalankan tata tertib Perusahaan dengan sebaik-baiknya. Atas pengakhiran hubungan kerja yang terjadi sejak Desember 2018 tersebut, Mujaini yang bekerja sebagai security telah berupaya untuk menyelesaikan permasalahan pemutusan hubungan kerjanya ke Dinas Tenaga Kerja.

Dalam anjurannya, Disnaker menyarankan agar PT. Irama Java Indah mempekerjakan kembali Mujaini, namun tidak diindahkan oleh Perusahaan. “Dan ternyata, anjuran dari Disnaker dengan putusan hari ini, sama!!!,” tegasnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of