Jumat, 13 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
283

Dikualifikasi Mengundurkan Diri, Pekerja PT. Pharos Tuntut Bekerja Kembali

Jakarta, BuruhOnline.com – Alasan PT. Pharos Indonesia mengakhiri hubungan kerja Chandra Winata Alamsyah, karena kualifikasi mengundurkan diri. Hal tersebut, terungkap pada fakta persidangan yang digelar Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019). Terhadap alasan yang disampaikan oleh Perusahaan melalui jawaban gugatan itu, Chandra melalui kuasa hukumnya, Ebiet Pardede dengan tegas menolaknya.

Menurut Ebiet, ada kondisi yang tidak memungkinkan Chandra untuk menjalankan kewajibannya. Kala itu, Perusahaan menyuruh Chandra untuk menghadiri rapat di dalam sebuah tenda dari pagi hari hingga malam. Karena kondisi tersebut, akhirnya Chandra tidak hadir dalam rapat itu. Sehingga Perusahaan berpendapat, bahwa Pekerja mengundurkan diri.

“Mereka disuruh rapat mulai jam 9 pagi sampai jam 12 malam. Itupun penginapan dikasih di halaman kantor di Jakarta Selatan, dengan tenda katanya milik tentara. Ibaranya-pun karyawan disuruh rapat disana, dengan pertimbangan disana pasti gak sanggup. Dengan waktu, dengan kondisi ditempatkan seperti itu, pasti gak sanggup,” jelas Ebiet.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Taryan Setiawan itu, Ebiet mengaku telah mengajukan beberapa bukti surat, yaitu kartu pengenal pekerja, rekening koran, slip gaji, pemberitahuan pengakhiran hubungan kerja dan anjuran Dinas Tenaga Kerja.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Candra Winata Alamsyah, tak terima dengan tindakan PT. Pharos Indonesia yang memberhentikannya secara sepihak sejak Januari 2019 lalu. Sebelumnya, Candra sempat diturunkan level jabatannya semula Area Manajer menjadi Supervisor. Padahal ia mengaku, performancenya selama ini cukup baik. Tak hanya itu, Candra yang berdomisili di Bekasi juga diminta untuk menempati lokasi kerja baru di Parungpanjang, Bogor.

Dalam surat gugatannya yang diregisterasi di Kepaniteraan PHI Jakarta Pusat tanggal 3 Oktober 2019 dengan Perkara Nomor 314/Pdt.Sus-PHI/2019/PN.Jkt.Pst, Candra juga menuntut upah selama tidak lagi dipekerjakan selama enam bulan. Serta Perusahaan diminta untuk dihukum membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp3 juta per hari, apabila gugatan bekerja kembalinya dikabulkan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of