Jumat, 13 Desember 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
519

Keberatan Ditolak, SOLITE Terancam Dihukum Karena Bayar Upah Dibawah UMP

Jakarta, BuruhOnline.com – PT. Surya Multi Sarana keberatan atas digelarnya persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Lantaran kedudukannya berada di Depok, Jawa Barat. Sehingga seharusnya, Muryati mengajukan gugatan ke PHI Bandung. Atas keberatan tersebut, Majelis Hakim yang diketuai oleh Hakim Duta Baskara, menolak keberatan dari perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa penjualan elektronik dan furniture, Solite.

Sebab, meskipun kedudukan Perusahaan berada di Jawa Barat, tetapi Muryati mampu membuktikan dirinya ditempatkan bekerja di Pasar Minggu, Jakarta. Hal tersebut, bersesuaian dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004, menyebutkan, bahwa pekerja dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial yang wilayah hukumnya sesuai dengan tempat ia bekerja, bukan berdasarkan domisili Perusahaan.

“Putusan sela hari ini adalah, Hakim menolak eksepsi daripada Tergugat (Perusahaan). Yang mana Tergugat, eksepsi tentang kewenangan relatif daripada pengadilan PHI Jakarta Pusat,” tutur Jandy Luhukay selaku kuasa hukum Muryati, Senin (11/11/2019) seusai menghadiri persidangan yang digelar di ruang sidang Oemar Seno Adji 2, gedung PHI Jakarta Pusat.

Menurut Jandry, kala itu, Perusahaan telah memberikan beberapa bukti surat. Diantaranya berupa Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Domisili, dan Akta. Sedangkan Muryati telah menyampaikan dua bukti surat yang dikeluarkan oleh PT. Surya Multi Sarana, yakni surat degradasi yang ditanda-tangani oleh perwakilan Perusahaan di Pasar Minggu, Jakarta. Dan surat yang diterbitkan oleh Perusahaan, yang isinya peringatan kepada Muryati.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah menyerahkan bukti-bukti yang menguatkan tuntutan Muryati, terkait dengan adanya pembayaran upah dibawah Upah Minimum Propinsi (UMP) yang berlaku. “Dan karena Tergugat membayar upah dibawah UMP, kami masukkan slip gaji dua tahun ke belakang. Yang mana membuktikan Tergugat membayar upah dibawah UMP,” terang Jandry.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Perusahaan yang bergerak di jasa perdagangan secara tunai atau kredit tersebut, PT. Surya Multi Sarana tak akui Muryati sebagai karyawannya. Padahal, slip gaji dan surat pengakhiran hubungan kerja Muryati, dikeluarkan oleh Pemilik Toko SOLITE itu. Muryati diakhiri hubungan kerjanya secara sepihak sejak 4 Juni 2018, dengan alasan degradasi. Alasan tersebut dinilai Jandry, tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of