Minggu, 5 Juli 2020 | Saatnya Buruh Cerdas
477

Dianiaya Manajer, Pekerja Ini Tuntut Ganti Rugi & Pesangon

Jakarta, BuruhOnline.com – Meski secara fisik luka bekas penganiayaan telah sembuh, tetapi trauma yang dialami Satoni masih mendalam. Dirinya tidak pernah membayangkan akan dianiaya oleh atasannya sendiri, saat sedang bekerja di PT. Intercipta Jasa Indonesia pada 11 Nopember 2018 lalu. Satoni merasa Perusahaan telah mengabaikan jaminan perlindungan, keselamatan dan kesehatan dirinya saat melakukan pekerjaan.

Usai menghadiri persidangan yang digelar dengan agenda pemeriksaan identitas para pihak, Satoni menuturkan peristiwa yang menghantarkan dirinya menjalani perawatan dan pengobatan di RS. Karya Bhakti Pratiwi Dermaga. Bahkan hingga kini, ia yang kemudian diberhentikan secara sepihak sejak 17 Nopember 2018 itu, masih merasakan rasa nyeri akibat penganiayaan yang terjadi di Kampus IPB, Bogor.

“Jadi awalnya saya bekerja di PT. Intercipta Jasa Indonesia, ditugaskan di kampus IPB, Bogor. Nah setelah saya ke kampus IPB Bogor, saya dianiaya ama manajer area. Setelah itu yang ada saya malah diberhentikan sepihak,” ujar Satoni, Rabu (22/4/2020). Ia mengaku telah diperiksa oleh pihak kepolisian, namun kasus tersebut terhambat akibat pelaku melarikan diri.

“Leher saya dikempit. Setelah itu saya ditamparin, ditempelengin, mengancam keselamatan saya juga,” tutur Satoni. Ia juga sempat bingung, atas dasar dan alasan apa dirinya dianiaya pada sore hari itu, oleh atasannya yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Bogor. Sebelum akhirnya mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Satoni telah berupaya menyelesaikan permasalahannya melalui Dinas Tenaga Kerja.

“Saya menolak anjuran Disnaker. Karena Disnaker, di anjurannya tidak memberhentikan Pekerja. Nah terus untuk  (ganti rugi) penganiayaan, adanya di pengadilan”, tambah Satoni. Walau tanpa didampingi kuasa hukum, Satoni mengajukan sejumlah tuntutan terhadap PT. Intercipta Jasa Indonesia. Diantaranya, tidak pernah didaftarkannya sebagai peserta jaminan sosial, uang lembur, kompensasi pengobatan, dan uang pesangon.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of